Tuuk : Ingin Rakyat Happy? 45 Anggota Dewan Harus Kerja “SPARTAN” Mengawal AMPERA.

INewscrime.com, Deprov – Legislator yang satu punya ciri khas yang unik. Dari 45 wakil rakyat mungkin beliaulah yang paling kritis. Di kalangan  jurnalis pun siapa yang tidak kenal pada Jems  Julius Tuuk. khususnya yang sehari hari meliput di Deprov Sulut.

Tanpa tedeng aling aling terkadang beliau mengkritisi kebijakan yang notabene adalah kebijakan dari partai ataupun fraksi yang menghantarkan dia menjadi wakil rakyat, ketika dia merasakan kebijakan tersebut tidak menjunjung tinggi azas keadilan untuk rakyat.

Pada media ini dirinya mengatakan ketika melakukan hal tersebut dirinya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral karena diusung oleh partai yang punya jargon  “PARTAINYA WONG CILIK”.

“sebagai legislator yang menjadikan wong cilik sebagai jargon kita harus benar benar total dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil,”bukan hanya sekedar slogan tapi miskin aksi, “tegasnya.

Gedung baru DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang di bangun empat Tahun lalu menghabiskan anggaran kira kira Rp.100 miliar, Tambah dengan meubel dan asesorisnya terlihat mewah dan megah pun tak lepas dari sorotannya.

Baca juga:   Andrei Angouw Ajak Jemaat GMIM Sion Malalayang Tolak Politik Uang dan Politik Identitas

Pada awak media dirinya berpendapat saat dirinya turun reses, sebagian besar warga justru tidak heppy dengan gedung baru nan megah ini.

“Gedung baru ini sangat mewah dan megah, pertanyaannya? apakah masyarakat Sulut bangga atau tidak dengan fasilitasnya” ujar Tuuk saat bertemu awak media di Gedung DPRD Provinsi Sulut baru, Jumat (22/9/2017).

Menurut Tuuk bila di survey, banyak rakyat mencibir. “Kasarnya rakyat tidak happy. Kantor baru dengan segala fasilitas, tidak ada jaminan rakyat sulut happy. Bila ditanya berapa persen rakyat happy, jawabannya, 1 persen rakyat happy dan 99 persen tidak happy,” tutur Legislator dapil BMR ini.

Dengan tegas dirinya katakan, gedung tersebut tidak akan membangkitkan rasa bangga dan takjub dari masyarakat.

“Rakyat tidak akan melihat fasilitas apa yang diberikan oleh anggota DPRD, justru ini akan jadi blunder. Rakyat akan happy kalau 45 anggota dewan bekerja dengan luar biasa dan membela kepentingan rakyat sulut,” serunya.

Tuuk bahkan menganalogikan 45 anggota dewan ini ibarat Leonidas yang memimpin 300 spartan dalam pertempuran melawan ribuan pasukan persia namun mereka tetap bertempur sampai titik darah penghabisan.

Baca juga:   DPRD Sulut Gelar Paripurna Saksikan Pidato Kenegaraan Jokowi

“Rakyat menghendaki anggota dewan bekerja spartan,  seiring sejalan dengan pemerintah , sesuai dengan AMPERA (Amanat Penderitan Rakyat) yang sudah dituangkan dalam RPJMD (Rencana pembangunan jangka menengah daerah) dan RPJPD (Rencana pembangunan jangka panjang daerah Provinsi) Sulut, pemerintah siapa? tentunya pemerintahan Olly Dondokambey dan Stewen Kandouw sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara yang notabene adalah pilihan rakyat Sulut sendiri,  ” tandas pria serba bisa yang juga punya pegalaman di dunia perbankan ini. (Robby Kumaat Mononimbar)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments