Tuuk : 29 Penambang Asal Sangihe Ditahan, Saya Minta Kapolres Sangihe Dicopot

Tuuk : 29 Penambang Asal Sangihe Ditahan, Saya Minta Kapolres Sangihe Dicopot

Manadoaktual.com, SULUT – Terkait penahanan 29 Penambang asal Sangihe, Ketua DPD Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Ir.JemsTuuk kriktik dan mengecam agar Kapolres Sangihe di Copot.

Tindakan dari aparat keamanan sangat kejam karna telah menahan warga yang sedang mencari makan dari pekerjaan ini, Ungkap Jems Tuuk (JT), Selasa (15/9/2020) diKantor DPRD Sulut.

“ Yang saya bingung Kapolres Sangihe nangkap orang di pertambangan rakyat yang hanya mengambil setengah, sampai satu gram emas dan dia menambang untuk cari makan bukan untuk kaya, “

Untuk itu dirinya menyatakan sikap selaku ketua APRI Sulut meminta Kapolda, Kejati untuk melepaskan 29 warga yang ditahan karena para penambang tersebut hanya untuk cari makan.

“ Yang membuat kami selaku APRI marah adalah kenapa pejabat tinggi yang ada di Sangihe sudah berulang kali dilaporin ke Kapolres, salah satunya diduga ada unsur Tipikor tetapi Kapolresnya hanya diam. Kami menduga keputusan yang diambil Kapolres ini adalah keputusan yang melawan hukum, Kapolres tidak netral, “ tegas Personil Komisi II yang kerap memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Baca juga:   Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Kotamobagu Masih Menunggu Selter

Disisi lain dengan adanya tindakan penahanan warga tersebut Jems Tuuk secara tegas meminta Kapolri mencopot jabatan Kapolres Sangihe.

“Menurut kami Kapolres ini merusak citra Polisi, kami minta pak Kapolri copot Kapolres Sangihe, kami sudah ke Bareskrim Polri, kami juga ke Propam dan mereka sudah berjanji untuk menindak lanjuti laporan kami. Rakyat lagi susah, untuk apa ada undang-undang tapi rakyat lapar. Harusnya kesejahteraaan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” Imbuhnya.

(**/olvi)

Bagikan berita ini!

5 1 vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments