Tuntut Djidon Wantania Di Penjarakan Ribuan Warga Dumoga Akan Gelar Demo

Foto: Sungai Yang Terus Tergerus Akibat Erosi Yang Hampir Mencapai Permukiman Warga.

Dumoga- iNewscrime.com –  Ribuan masyarakat Dumoga Bersatu dipastikan akan melakukan demo pada besok, Kamis, 19/7-2017.

Demo yang di rencanakan akan diikuti oleh sekitar 8 ribu warga Dumoga adalah buntut dari kekesalan warga Dumoga Bersatu akibat lambatnya balai sungai merespon ancaman erosi terhadap daerah aliran sungai (DAS) Ongkag.
Adapun ancaman erosi tersebut berpotensi mengancam ribuan nyawa di belasan desa di Tanah Dumoga Bersatu, kabupaten Bolaang Mongondow, provinsi Sulawesi Utara.
Rencananya pada besok hari warga akan mengadakan demo damai menuntut Kepala balai sungai provinsi Sulawesi Utara, Djidon Watania yang terkesan melakukan ‘pembiaran’  yang berdampak pada terancamnya nyawa, rumah, sawah dan tanaman dari ribuan warga  masyarakat Dumoga bersatu.
Julius Jems Tuuk Legislator Sulut yang nota bene adalag putra Dumoga pada media ini mengatakan sebagai Kepala Balai Sungai Djidon harus bertanggung jawab
“Djidon harus di penjarakan kalau memang terbukti melakukan pembiaran, ini sudah jelas jelas terjadi depan mata tapi terus di biarkan, “tukas Tuuk.
Lanjut mantan aktivis mahasiswa ini, Demo  sepuluh ribu (10) warga ini, adalah bentuk kekecewaan yang telah tertahan sekian tahun lamanya, adanya pembiaraan dari Balai Sungai yang menjadi Domainnya.

“Negara mengatakan jangan ada pembiaran bagi Rakyat, wajib negara memberikan kedilan bagi Rakyatnya, jadi saya tegaskan reaksi keras pada besok hari oleh ribuan warga Dumoga Bersatu adalah bentuk kekecewaan terhadap Djidon Watania yang melakukan Pembiaraan dan tidak adil dalam memback up pembangunan penahan tebing bibir sungai Ongkag, Lebih dari pada itu saudara Djidon harus ditangkap, diperiksa oleh aparat baik kepolisian dan kejaksaan, ” ungkap Tuuk anggota parlemen provinsi Sulawesi Utara dari partai PDI-Perjuangan ini.

Ditempat terpisah ketua FKPMD (forum komunikasi peduli masyarakat Dumoga) Steven Were, Fanly Lempas Sekretaris dan koordinator lapangan Theodorus Okay mengatakan unjuk rasa ini akan menutup jalan lintas poros selatan Sulawesi Utara, yang pasti tidak ada pergerakan lalu lintas di jalan dumoga”. Ungkap ke tiga penanggungjawab aksi itu.

Baca juga:   Lima Kantong Jenazah Tiba Di Posko DVI Postmortem RSUD Kotamobagu
Tuuk tak sendirian dalam hal ini legislator Bolmong lainnya Rocky Wowor dan Mursal Imban juga berjanji akan tetus mempresure balai sungai ataupun lewat Gubernur Sulut Olly Dondokambey,”ujar keduanya saat di mintai tanggapannya.
Lebih tegas lagi kemarin, usai paripurna Wagub Steven Kandouw mengatakan pada media semua Balai di Sulut termasuk  di dalamnya Balai Sungai jangan pandang enteng terhadap DPRD apalagi Gubernur karena  kedua lembaga ini adalah Mitra Balai Sungai  di daerah. Jadi wajib hukumnya untuk saling koordinasi.
Saya dengar diundang hearing dengan pemerintah provinsi dan DPRD  saja mereka enggan untuk hadir dengan bermacam alasan.
“Jangan pandang enteng,  satu kali pak Gub basuara ke pusat palanteng dorang, “ujar Wagub Steven Kandouw dengan dialek Manado yang kental.
Terinformasi unjuk rasa ini akan berlangsung besok hari, dimulai dari jam 05:00 wita-selesai. (Bob)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x