Tim Gabungan Polres Bolmong Kembali Tertibkan PETI Bakan

Kapolres:  Masyarakat Diminta Tidak  Melakukan Aktifitas Penambangan

BOLMONG. MA.- Tim Gabungan Kepolisian Resort Bolaang Mongondow  (Bolmong)  kembali  melakukan penertiban terhadap Pertambagan Emas Tampa Izin (PETI) yang ada di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow . Selasa (28/8/2018).

Dalam penertiban ini dipimpin langsung Oleh Kapolres Bolaang Mongondow (Bolmong), AKBP, Gani F Siahaan, dengan menurunkan ratusan personil  Satuan Polres Bolmong, yang  di back up oleh BRIMOB Inuai, dan satuan Koramil  04/ Lolayan serta  membawa dua buah Exavator untuk melakukan pembongkaran lokasi yang dianggap rawan.

Kapolres Bolmong AKBP, Gani F Siahaan mengatakan , penertiban ini harus dilakukan karena lokasi tambang bakan ini sudah sangat berbahaya, karena selain tidak mempunyai ijin, lokasi sudah sering memakan korban jiwa.

“Lokasi pertambagan emas tampa izin yang ada di Desa Bakan ini, dalam kurun satu tahun, sudah memakan korban jiwa sebanyak 9 orang korban yang meninggal dunia dan 6  orang luka luka, dan ini yang kita harus cegah jangan sampai terjadi korban lagi.” Kata AKBP, Gani F Siahaan.

Baca juga:   Pedagang Pasar Poyowa Kecil Berharap Jalan Akses Masuk Pasar Dibuka

Dikatakannya juga untuk kelanjutan dari penertiban peratambagan tampa izin ini, kita akan tetap menjaga dan menempatkan personil  serta terus melakukan pengawasan dan  menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas yang  dapat mengacam nyawa manusia.  Nantinya  kami akan mengundang pemerintah daerah (Bupati), pihak Kodim 1303/BM, para Kepala Desa, dan tokoh masyarakat untuk mencarikan solusi terhadap lokasi ini.

“Lokasi  pertambang emas tampa ijin ini kami akan terus jaga dengan menempatkan personil Polisi  untuk  menghimbau dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar supaya sadar sebab ada aspek sosial di pertambangan ini, tidak hanya semata mata penegakan hukum. “

Lanjutnya. Dan ini kita sudah membicarakan dengan Bupati Bolmong untuk mencarikan solusi  agar lokasi ini dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR-red) sehingga standart untuk keamanan penambang  emas ini akan lebih terjaga untuk mengurangi korban jiwa.” Pungkas Kapolres Bolmong

Dari pantauan manadoaktual.com di lokasi,  ratusan anggota menuju lokasi dan langsung membonkar, dan membakar beberapa tenda yang terbuat dari terpal  agar tidak ada lagi aktivitas penambangan emas di lokasi tersebut.  Sementara 2  buah Exavator yang disiapkan untuk membongkar lobang yang ada di lokasi, tidak bisa dinaikan ke lokasi dikarenakan medan  untuk mencapai lokasi tidak bisa dilalui.

Baca juga:   KIP Provinsi Sulut Sosialisasikan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008

Pernulis: (DIX).

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments