Terobosan Baru, MJP Laporkan Kinerja Selama Anggota DPRD Sulut

Sulut, Manadoaktual.com – Sebuah langkah terobosan baru di lakukan oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Melky Jakhin Pangemanan (MJP) , dimana Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melakukan laporan kinerja selama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut.


Dalam kegiatan ini, MJP memaparkan hasil kerjanya selang bulan September, pasca dilantik.

“Sejak dilantik 9 September 2019, saya memiliki komitmen untuk masuk kantor setiap hari. Padahal tidak ada keharusan bagi anggota DPRD untuk hadir langsung di kantor. Dan saya membuka ruang untuk penyampaian aspirasi di ruangan saya dari pukul 09.00 sampai 11.00,” ujar Pangemanan Selasa, (22/10/2019).

Laporan kinerja  dilakukan dalam bentuk Kopi Darat (KOPDAR) yang dilaksanakan di ruangan Komisi I gedung DPRD Prov Sulut.

“Ini merupakan bagian pertanggung jawaban saya pribadi sebagai anggota legislatif, semenjak dilantik tanggal 9 September saya berkomitmen untuk masuk kantor setiap walaupun itu bukan keharusan dari kami anggota dewan. Saya berkantor dan menerima aspirasi setiap hari jam 9 sampai jam 11 diruangan kantor saya, itu dinampakkan antusias publik yang datang”, terang Melky.

Baca juga:   Siap Bertarung Untuk Kepentingan Rakyat

Hal seperti ini dilakukan Pangemanan karena menurutnya ada dua indikator, salah satunya adalah metode ilmiah yang merujuk kepada hasil survey beberapa lembaga karena dari hasil survey tersebut lembaga legislatif itu merupakan lembaga yang paling tidak dipercayai oleh publik. “Saya tidak mau untuk dibandingkan dengan yang lain, tugas dan fungsi DPRD ada 3 yaitu legislasi, budgeting dan controling didalam itu kita punya komitmen masing-masing sebagai DPRD, karena itu saya setiap hari datang dan 5 kali paripurna kami mengikuti saya selalu orang pertama yang hadir, hanya sekali paripurna saya orang yang kedua hadir”, ungkap MJP sapaan akrabnya.

Sementara itu Wakil Rektor Unsrat DR. Ronny Gosal, Msc dalam penyampaiannya memuji langkah yang dilakukan oleh Melky Pangemanan, “Saya katakan kalau ada 20 saja anggota dewan di Provinsi Sulawesi Utara seperti Melky Pangemanan saya yakin akang sangat berdampak luar biasa bagi daerah kita”, ucap Gosal dengan tegas.

Selanjutnya Tokoh Pendidikan Sulut ini mengungkapkan, “Saya harus berani mengatakan dinas pendidikan Sulut sama sekali tidak transparan, selama setahun saya sebagai Wakil Rektor III Unsrat yang menangani bantuan pendidikan dan beasiswa, sampai detik ini dinas pendidikan memberi bantuan penyelesaian studi saya tidak tahu. Saya tidak tau ada berapa, tidak jelas karena tidak ada laporan yang jelas”, ungkap Gosal.

Baca juga:   Akses Masuk Di Batasi Runtu & Tumbelaka Pertanyakan Kebijakan Sekretariat DPRD Provinsi Sulut

Sementara itu pengamat Politik Taufik Tumbelaka menyarankan agar supaya jangan masalah politik masuk kedunia pendidikan. “Jangan sampai masalah politik merasuki dunia pendidikan, jangan korbankan pendidikan karena kepentingan politik karena otomatis pendidikan akan terganggu, kalau pendidikan di Sulut gagal yang bertanggung jawab tentunya Gubernur dan Wakil Gubernur”, tutup Tumbelaka.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh beberapa narasumber, diantaranya DR.Ronny Gosal, Msc wakil Rektor Unsrat, Kepala Sekolah Yadika Manado Drs David Legi dan pengamat politik Taufik Tumbelaka.

(olvi)

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of