Sulut United Dan Rencana Kedepan Demi Memajukan Sepakbola Sulawesi Utara

Foto (ist): Managemen Sulut United Bersama Awak Media

MANADOAKTUAL. COM — Sebagai pendatang baru di Liga 2, bisa bertahan di musim pertamanya adalah prestasi yang menggembirakan.

Apalagi jika menapak tilas kembali perjalanan Sulut United yang hampar terjerembab kembali ke Liga 3 saat di tangani oleh Herry Kiswanto. Untung saja di 6 pertandingan sisa coach Ricky Nelson mampu menyelamatkan bahkan hampir meloloskan Sulut United ke putaran 8 besar Liga 2 musim 2019.

Belajar dari kelemahan tim di Musim 2019, sejumlah terobosan dilakukan managemen Sulut United di musim 2020, Sejumlah pemain berpengalaman di Liga I direkrut, Dirga Lasut salah satunya.

Sayangnya Pandemi Covid 19 membuyarkan semua yang sudah dibangun oleh managemen saat kompetisi Liga 1 dan 2 dihentikan oleh PSSI karena pandemi Covid-19 yang semakin meluas dan tidak adanya izin dari kepolisian untuk melanjutkan kembali kompetisi yang sempat terhenti.

Pada awak media saat bincang bincang santai disalah satu kawasan perbelanjaan di Kota Manado  (jumat, 27/11-2020) Manager Sulut United M. Ridho bercerita panjang lebat soal rencana di tahun 202I. Mulai dari keinginan menyiapkan lapangan yang lebih representatif hingga rencana membuka Akademi sepakbola Sulut United yang namtinya bisa menghasilkan pemain asli Sulut yang bisa berkontribusi dan tampil di Timnas Indonesia.
“saat ini pemain asli Sulut pasca Firman Utina dan Jendry Pitoy yang berkiprah di Timnas sudah tidak ada lagi. Terakhir hanya Rifky Mokodompit dan Wahyudi Hamisi itupun hanya sebatas seleksi. Harapannya dengan Akademi Sepakbola Sulut United akan ada bibit lokal baru yang akan mengorbit ke Timnas nantinya, “beber Mas Ridho sapaan akrabnya.

Baca juga:   Main Di Kapten I Wayan Dipta, Herkis: "Kandang Rasa Tandang"

Pada awak media Ridho juga curhat bagaimana sulitnya managemen mencari uang untuk membiayai operasional tim.
“Sampai hari ini alhamdulillah kami mampu membiayai sendiri operasional tim mulai dari gaji pemain, pelatih, dan banyak lagi kebutuhan tim lainnya, yang pasti kedepannya managemen akan melakukan pengembangan bisnis lainnya sebagai sumber pendapatan klub lainnya, “papar Ridho.

Lamjut Ridho mengatakan, apa yang managemen rintis saat ini adalah implementasi dari Visi menjadikan Sulut United sebagai klub sepakbola terkemuka di Indonesia dan menjadi kebanggaan warga Sulut.

Sementara misinya, menjalankan klub secara profesional dengan prinsip-prinsip bisnis yang baik serta mengutamakan good govermance, menjalankan klub Sulut United FC sebagai klub berprestasi baik serta menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang dapat memberikan sumbangsih bagi persepakbolaan nasional. Selain itu, menjadikan Sulut United FC klub yang sehat secara finansial,”tukasnya.

Pada para awak media Manajemen berharap selalu ada masukan positif ataupun kritik atas kinerja tim agar manajemen bisa terus berbenah,”tandas Ridho

Sebagai informasi, saat ini seluruh pemain Sulut United diliburkan namun tetap dalam pantauan Tim Kepelatihan.

Baca juga:   Penuhi Keinginan Masyarakat, Mangemen Sulut United Buka Sulut Sulut United Store, Berikut Daftar Harganya

Istimewanya saat di diliburkan semua pemain dan jajaran pelatih tetap mendapatkan 35 persen dari gaji yang telah sepakati dengan managemen.

(Robby Kumaat Mononimbar/*)

vote
Article Rating

Bagikan berita ini!

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments