Sudah 4 Bulan, Laporan Korban Shandy, Terdiam Di Meja Penyidik Polres Tomohon

-MA-(Rabu 11 Septembet 2019) Laporan dugaan kasus pengancaman dan penganiayan terhadapa Pelapor lelaki Shandy Tansil (41) warga Kakaskasen lll, lingkungan ll, kecamatan Tomohon Utara masih tertahan di meja penyidik alias jalan di tempat. Kata Pelapor, gimana nda jalan di tempat laporan kasus perkara saya ke Polres Tomohon dari tanggal 1 Mei 2019 sampai sekarang  sudah 4 bulan berjalan tak kunjung selesai.

“Dalam kasus ini Shandy menjadi korban pengancaman dan penganiayaan yang dilakukan oleh lelaki SP alias Steven warga Kakaskasen, yang tak lain adalah tetangganya sendiri”

Pelapor melihat, terlapor SP, hanya berkeliaran begitu saja, sepertinya tidak ada tindakan sama sekali dari pihak penyidik yang menangani kasus ini, katanya

Padahal, saat dilaporkan ke Polres Tomohon, Tim Resmod alias Buser Sergab langsung datang mengamankan Terlapor tapi anehnya setelah selesai Terlapor memberikan keterangan laporan ke penyidik, setelah itu langsung balik kanan, kata shandy

Menurut Pelapor, dengan Dia bebas berkeliaran. “Takutnya dia akan lakukan pengancaman kembali. Karena rumahnya hanya di samping tempat tinggal saya, sebutnya.

Baca juga:   Berharap Kapolres Tomohon,Tindak Tegas Bandar Togel Di Tomohon

Berdasarkan hal itu, dirinya mempertanyakan kinerja Penyidik Polres Tomohon, yang hingga kini kasusnya tidak ada kejelasan.

Pelapor juga menduga, Penyidik yang menangani kasusnya, telah mendapat intervensi dari petinggi Kepolisian di Polda Sulut, yang juga kerabat terlapor.

“Jangan lah penegak hukum itu tajam kebawa, tapi tumpul keatas,” kata Shandy.

Berdasarkan keterangan Shandy di hadapan Polisi, peristiwa itu berawal saat dirinya berdiri di depan tokohnya (depan Rindam 13 Merdeka Tomohon) pada Rabu tanggal 1 Mei 2019 sekitar pukul 09.30 Wita, kemudian di kejar oleh lelaki Steven dengan menggunakan senjata tajam berupa Samurai sambil mengatakan kepada korban, sini kamari ngana kita mo potong-potong (Sini kamu saya akan penggal-penggal). Setelah itu Steven langsung menganiaya Shandy di bagian mulut dan kepala dengan menggunakan tangan terkepal, sehingga Shandy merasa sakit dibagian mulut kepala.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait SIk melalui Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Yulianus Samberi SIK saat ditemui di Mapolres, tak banyak berkomentar lebih, saat di tanyakan tentang kasus ini, Pak Kasat, bagaimana tindak lanjut perkara Pelapor Shandy, jawabnya “Mana nomor Hp Pelapor! Nanti saya hubungi pelapor,” singkatnya.

Baca juga:   Ribuan Crosser Bakal Meriahkan Bhayangkara Adventure 2019

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of