Selain Belum Terima Pasangon Dari PT JRBM. Muhlis Juga Diduga Terpapar Mercuri

KOTAMOBAGU. MA.- “Sudah Jatuh Tertimpah Tangga Pula” Itulah penggalan pepatah yang pantas disematkan kepada seorang Muhlis Usulu (43) Warga Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)  oleh pihak PT. J Resources Bolaang Mongondow.

Pasalnya selain belum menerima pasangon dari PT JRBM pasca di PHK sebagai karyawan dari Perusahan tambang emas terbesar di Bolaang Mongondow itu, Muhlis Usulu juga dari hasil Laboratorium diduga terpapar Mercuri (Hg).

Menurut Muhlis Usulu (43) pasca di PHK oleh  PT. JRBM  terhitung 15 September 2016 lalu, sampai saat ini dia belum menerima pasangon yang merupakan haknya, padahal dia bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut selama 6 (enam) tahun.

“Pasangon saya sejak diberhentikan pada 15 September 2016 lalu, sampai saat ini hak saya belum juga diberikan, sementara saya bekerja di perusahan ini sudah sekitar 6 tahun lamanya yang kalau ditotal hak saya yang harus diterima sekitaran Rp 300 Juta. “ Kata Muhlis Usulu dengan wajah sedih saat berada di Room Pers salah satu tempat ngopi yang ada di Jalan Paloko Kinalang Kotamobagu. Selasa (27/11/2018).

Baca juga:   Dinas Pariwisata Kotamobagu Gelar FGD Untuk Mendorong Peningkatan Dan Pengembangan Pariwisata

Dikatakannya juga, kasus ini sudah dilaporkan ke berbagai pihak, seperti Disnaker Kabupaten/Provinsi, DPRD, DPR- RI, DPD-RI, Menteri, hingga Presiden RI Joko Widodo, namun sampai saat ini, realisasinya belum juga ada, sementara menurut Muhlis dirinya telah terpapar Menrcuri (Hg) saat bekerja dibagian pembakaran emas perusahaan tambang emas tersebut.

.“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, ada kandungan merkuri (Hg) yang melebihi dalam darah saya, serta oleh dokter saya divonis mengalami penyempitan pembuluh dara di Jantung yang mengharuskan untuk memakai ring di Jantung, namun saya terkendala dengan biaya.  Dan itu terjadi ketika saya masih bekerja di PT JRBM, saya bekerja dibagian pembakaran emas.” Ungkap Muhlis.

Menurut muhlis Usulu dengan belum diterimanya pasangon yang merupakan haknya pasca di PHK dari Karyawan, dirinya juga sudah menggunakan jasa pengacara untuk menuntuk haknya namun sampai saat ini juga tak kunjung diberikan pasangonnya oleh pihak perusahaan.

“Langkah ini saya lakukan, karena hak saya berupa pesangon pasca di PHK oleh PT JRBM belum juga diberikan. Olehnya saya berharap, apa yang menjadi tanggungjawab perusahaan kepada saya, dengan jalan ini bisa terealisasi. “ Pungkas Muhlis Usulu.

Baca juga:   Berbuat Keributan Menggunakan "Besi Putih", Bram di Patuk Manguni

Sementara itu General Manager (GM) PT. J Resources Bolaang Mongondow Rendi Teguh Martono, saat dihubungi manadoaktual.com lewat pesan WhatsApp dinomor 0856 5705 XXXX  untuk dimintai tanggapan terkait dengan pemberitaan ini, belum tersambung.

Penulis: (DIX).

 

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of