Sekda Kotamobagu Buka Kegiatan FGD Kotamobagu Dalam Angka Tahun 2018

KOTAMOBAGU. MA.-  Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu Adnan Masinae, membuka secara resmi kegiatan Forum Group Discusion (FGD) yang digelar Biro Pusat Statistik (BPS) Kotamobagu,  dengan agenda pembahasan Data Publikasi Kotamobagu Dalam Angka Tahun 2018,  bertempat di Restoran Lembah Bening Kotamobagu. Selasa (7/8/2018).

Kegiatan Forum Group Discusion (FGD) Biro Pusat Satatistik ini berdasarkan Undang Undang nomor: 16 Tahun 1997,  tentang Statistik, yang bertujuan melakukan evaluasi hasil pengumpulan Data Publikasi Kota Kotamobagu Dalam Angka Tahun 2018,

Sekda Kotamobagu Adnan Masinae dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan FGD ini sangat penting untuk diikuti oleh seluruh instansi karena keberadaan data dan angka angka secara objektif sangat dibutuhkan dari semua lini dan berbagai instansi yang ada. Dicontohkannya data kemiskinan, itu sering terjadi ketidak akuratan data dari BPJS, Statistik dan Pemerintah Kotamobagu, dan itu ketika terjadi Diskusi di Pusat sering mendapatkan kendala.

“Dengan dilaksanakan FGD ini semoga tahun 2018 ini bisa diminimalisir perbedaan data, sehingga data data yang dirilis dan ditayangkan betul betul menjadi bahan referensi kedepan.“ Kata Adnan Masinae,  dilanjutkan  membuka secara resmi Forum Group Discusion (FGD) yang digelar oleh BPS Kotamobagu.

Baca juga:   BI Siap Salurkan Mesin Pengolahan Nenas Kotamobagu

Kegiatan Forum Group Discusion (FGD) ini mengahdirkan dua Pemateri yaitu Pertama Kepala BPS Ir. Didik Tjahjawinardi, yang menyampaikan materi ” Satu Data Indonesia” Sedangkan narasumber kedua adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ahmad Yani Umar, S.E, yang menyampaikan materi” Pentingnya Data Bagi Pemerintah Kotamobagu. dengan peserta dari pihak Polres Bolmong, Imingrasi Kotamobagu, Rutan, para pimpinan SKPD yang ada di Kota Kotamobagu.

Kepala Kantor  BPS Kotamobagu Ir Didik Tjahjowinardi, mengatakan,  maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan FGD tahun 2018  ini untuk mengkonfirmasihkan angak angka angka yang kita pubilkasi ke instansi yang telah memberikan data, jangan sampai masih ada ketidak sesuaian.

“Kegiatan ini untuk mengevaluasi data data yang dikumpulkan dari instansi apakah sudah sesuai dengan angka angka yang sudah mereka berikan, dan kalau ada data yang tidak sesuai masik kita bisa buat perbaikan, dan kalau sudah sesuai kita akan terbitkan buku Daerah Dalam Angka.” Terang Ir Didik Tjahjowinardi.

Penulis: DIX.

 

 

 

Baca juga:   Walikota Kotamobagu Hadiri Rakornas Percepatan Penyaluran Dana Desa 2018

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of