Satpol PP Tertibkan Lapak Di Bawah Jembatan Soekarno

Foto: Seorang Ibu Yang Menangis Karena Lapaknya di Bongkar

Manado – Isak tangis pedagang  mewarnai penertiban lapak di pasar Bersehati yang di lakukan oleh  Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kamis, 18/7-2019.

Kasatpol PP Kota Tetty Taramen pada awak media penertiban lanjutan dari penertiban yang mereka lakukan di sepanjang jembatan Soekarno

“Ini sebagai lanjutan, Karena sebelumnya kita sudah melakukan penertiban pada beberapa hari lalu. Penertiban lanjutan di kawasan pasar bersehati tepatnya dibawah Jembatan Soekarno,” ujar Kasat Pol PP Tetty Taramen.

Lanjutnya, jembatan ini harus di jaga bersama. Karena ini merupakan aset nasional. Apalagi dibawah jembatan ini sudah banyak tempat-tempat jualan para pedagang bahkan sudah ada tempat mandi cuci kaki (MCK).

“Kalau dibiarkan, lama-kelamaan akan terjadi rembesan air, jembatan ini akan roboh,” Jelasnya.

Penertiban pun dihentikan sementara, karena adanya keluhan dari para pedagang untuk membongkar sendiri tempat jualannya.

“Kita kasih waktu satu minggu, kalau tidak dibongkar, kami akan tertibkan sesuai dengan aturan,” tegas Tetty sapaan akrab Kasatpol PP Manado.

Baca juga:   DPRD Kotamobagu Menetapkan RPJMD 2018-2023 Menjadi Perda

Sementara itu, salah satu pedagang pasar bersehati mengatakan, pihaknya menanyakan atas retribusi yang selama ini dibayar ke petugas PD Pasar.

“Tempat ini ada ijinnya bukan tidak. Bahkan kami sering membayar retribusi ke petugas pasar. Tapi kenapa digusur?” tanya pedagang dengan linangan air mata.

Berkaitan dengan hal tersebut Dirut PD Pasar Manado, Stenly Suwuh saat diwawancarai awak media, pihaknya akan bertemu dengan pihak Pol PP dan Sekda Kota Manado untuk membahas masalah ini.

“Besok kita akan bertemu dengan Pak Sekda dan Kasatpol PP. Kita akan carikan solusi bersama untuk masalah ini. Pertemuannya akan dilakukan di Kantor Walikota,”tukas Suwuh.

Di ketahui sejak menggantikan Xaverius Runtuwene, Tetty Taramen langsung action melakukan penertiban di sejumlah lokasi yang di anggap mengganggu ketertiban umum dan tempat tempat yang di gunakan tidak sesuai peruntukan. (Advertorial)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments