SAS : Uang Rp 360 Ribu Bukan Harga Jual Darah

-MANADOAKTUAL.COM-Klarifikasi tentang informasi publik bahwa adanya pedagang darah di PMI Kota Tomohon.

Ketua PMI Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) yang juga sebagai Wakil Walikota Tomohon, menjelaskan bahwa tidak ada “penjualan” darah di PMI Kota Tomohon sebesar Rp 360 ribu per kantong, ini bukanlah harga jual tapi harga tersebut adalah Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD), Jelas SAS.

SAS menambahkan, untuk UTD PMI Tomohon sidah bekerjasama dengan dua Rumah Sakit yang ada di Kota Tomohon yaitu RSUD  Pratama Anugerah dan RSU Bethesda.

“Pengambilan darah gratis dan di sertakan kartu BPJS jika pasien berada di antara dua Rumah Sakit tersebut maka pengambilan darah sudah tidak lagi dikenakan biaya, namum di luar RS itu  pasien akan di kenakan biaya dan nantinya pihak keluaga pasien bisa mengklaim pergantian pembelian kantong darah lewat RS/BPJS,” Ujar SAS, Jumat (8 Februari 2019).

“Masyarakat butuh informasi segera langsung datang ke UTD PMI Kota Tomohon yang berlokasi di Kompleks RS Bethesda Tomohon,”, Tutup SAS.

Baca juga:   Eman : Buka Rangkain Kegiatan HARDIKNAS 2019

Hal yang sama dikatakan Loka Widjaya sebagai Humas Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pusat menegaskan uang sebesar Rp 360 ribu yang dibebankan kepada penerima darah donor bukanlah “harga jual” darah. Uang tersebut merupakan Biaya Pengganti Proses Pengolahan Darah (BPPD) yang meliputi biaya-biaya terkait proses pengolahan darah sebelum bisa didistribusikan ke pasien, Terang Widjaya.

“ Tidak ada Jual-beli darah di PMI Kota Tomohon, uang sebesar Rp 360 ribu per kantong darah itu, untuk biaya ganti keseluruhan proses tersebut. Karena pasien butuh komponen darah yang beda-beda, bukan satu kantong darah utuh,” Jelas Widjaya,

Dicontohkan Widjaya, jika ada  pasien yang terkena DBD, maka darah yang diberikan adalah jenis trombosit. Sementara untuk pasien thalasemi, maka akan diberikan kantung sel darah merah.

“Mengenai proses darah, ya benar bahwa pembiayaannya bukan pada darah, tapi pada kantong darahnya beserta proses lainnya. Harga tersebut untuk mengganti Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD), setelah PMI menerima darah dari para pendonor, tentu prosesnya tidak berhenti sampai di situ,”

Baca juga:   Eman, Buka Kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi di Wilayah Kecamatan Tomohon Utara Dan Barat

Dikatakannya, bahwa darah tidak bisa langsung digunakan oleh pasien yang membutuhkan. Darah harus melewati serangkaian pemeriksaan komponen dan virus yang mungkin saja terkandung di dalamnya.

“Proses darah ini untuk memastikan darah tidak mengandung virus 4 penyakit menular yaitu hepatitis, sifilis, HIV/AIDS, dan malaria dan untuk pasien BPJS,” Tutup Widjaya.

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments