Reses James Karinda di Kleak Dan Tingkulu Harapan Warga Terkait Pelayanan Kesehatan, BPJS, Dan Infrastrur, Mendominasi Aspirasi Warga Manado

MANADO, INEWSCRIME. COM  – Keseriusan Anggota DPRD Sulut James Karinda SH dalam memperjuangkan aspirasi konstituen yang telah membawa namanya masuk dalam jajaran legislator DPRD Sulut dibuktikan dalam reses yang digelar di Jalan Kampus Timur, Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, Rabu (20/09) malam kemarin.

Dengan menggaet puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Angkagan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Manado, bersama puluhan masyarakat kleak, JK sapaan akrab Karinda menyerap puluhan dari masyarakat. Masalah BPJS, pendidikan, ketenagakerjaan dan E-KTP menjadi konsen tersendiri dalam reses tersebut.
Kupikir dikeluhkan Theo Bontok warga Kleak, saya mempertanyakan soal jumlah sekolah yang ada di Kecamatan Malalayang yang masih sedikit.
“Di sekitaran sini cuma ada 2 SMA negri dan tidak ada SMP SMP saja swasta Sekiranya hal ini bisa diperhatikan nanti lewat bapak legislator bisa diperjuangkan. Karena ini pengalaman masa depan generasi muda tepat di Kecamatan Malalayang,” ungkap Theo.

Foto: Suasana reses JK di Kleak.

“Kami selaku pemerintah di lingkungan selalu mendapat pertanyaan dari warga terkait E-KTP. Sesuai dengan jawaban yang kami terima dari Catatan Sipil, kehabisan blanko,” tanya Seke.

“Sebagai anggota DPRD Sulut menerima laporan soal pendidikan, dengan keterbatasan saya sebagai anggota saya menyampaikan ke pemerintah sebagai fungsi mengawasi, budgeting, dan legislasi. Karena berhubungan langsung dengan masalah itu, saya janji akan memperjuangkan. Masalah pendidikan terlebib sekolah, itu sudah direncanakan untuk pemerataan di seluruh kecamatan,” tegas JK.

Baca juga:   Gudang PLTD PT. PLN Cabang Kotamobagu Terbakar
Foto: Suasana reses JK di Kleak.

Yang menarik dalam reses tersebut, terlebih masalah E-KTP, JK mengakui jika dirinya sendiri belum memiliki E-KTP.
“Kalau jujur, saya sekarang tidak memegang E-KTP. Karena waktu mengurus itu kehabisan blanko juga. Kalau secara logika, saya yang merupakan teman dekat Wali Kota Manado tentu bisa meminta langsung. Namun kenyataannya, blanko itu tersedia dari pusat dan daerah hanya menunggu. Jadi mari kita bersabar dalam hal itu. Intinya apa yang menjadi keluhan ini akan saya sampaika ke Gubernur untuk kemudian bisa di presure ke pusat,” ungkapnya. (Anggawirya Mega) Indonesia (GAMKI) Manado, bersama puluhan masyarakat kleak, JK sapaan akrab Karinda menyerap puluhan dari masyarakat.
Masalah BPJS, pendidikan, ketenagakerjaan dan E-KTP menjadi konsen tersendiri dalam reses tersebut.
Dikeluhkan juga oleh Theo Pontoh warga Kleak, saya mempertanyakan soal jumlah sekolah yang ada di Kecamatan Malalayang yang masih sedikit.
“Di sekitaran sini cuma ada 2 SMA negri dan tidak ada SMP SMP saja swasta Sekiranya hal ini bisa diperhatikan nanti lewat bapak legislator bisa diperjuangkan. Karena ini masa depan generasi muda tepat di Kecamatan Malalayang,” ungkap Theo.

Dirinya juga mempertanyakan masalah ketenagakerjaan dimana di Kleak sendiri ada beberapa perusahaan namun tidak ada masyarakat sekitar yang menjadi karyawan
“Ada 4 perusahaan yang berusaha disini sementara  tenaga kerjanya sebagian besar dari luar ini sangat memperihatinkan,” tegas dia.

Sementara itu, Joni Seke selaku kepala lingkungan 2 Kleak mempertanyakan masalah E-KTP yang sampai sejauh ini belum ada titik terang.
“Kami selaku pemerintah di lingkungan selalu mendapat pertanyaan dari warga terkait E-KTP. Sesuai dengan jawaban yang kami terima dari Catatan Sipil, kehabisan blanko,” tanya Seke.

Menanggapi seluruh pertanyaan, JK yang duduk di Komisi IV di bidang kesra resmi berhubungan langsung dengan masalah-masalah tersebut.
“Seperti anggota DPRD Sulut yang menerima laporan soal pendidikan, dengan keterbatasan saya sebagai anggota saya menuju ke arah pemilihan, penganggaran, dan legislasi. Karena berhubungan langsung dengan masalah itu, saya pasti akan memperjuangkan masalah pendidikan terlebib sekolah, itu sudah direncanakan untuk pemerataan di seluruh kecamatan, “tegas JK.
Yang menarik dalam reses tersebut, terlebih masalah E-KTP,
“Kalau jujur, saya sekarang tidak punya E-KTP. Karena waktu mengurus itu kehabisan blanko juga, logikanya saya yang merupakan teman dekat Wali Kota Manado tentu bisa meminta langsung. Namun, blanko itu hanya dari pusat dan daerah hanya menunggu. mari kita bersabar dalam hal itu. Intinya apa yang menjadi keluhan ini sampainya akan sampaikan  ke nanti bisa di presure ke pusat, “ungkapnya. 

Foto: Suasana reses JK di Tingkulu.

Keimple di tingkulu di kompleks GMIM Anugrah Tingkulu, aspirasi yang sama juga dilantik warga, namun masalah Infrastruktur yang paling dominan di tanyakan. Dimana akses jalan warga disana sangat kecil, menurut warga akses jalan menuju jalan lingkar. Menanggapi hal tersebut Karinda akan terjemahnya pada paripurna reses langsung pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut sekaligus mengawal semua aspirasi yang merupakan skala prioritas, agar bisa di Perjuangkan di anggarkan di APBD induk TA 2018.

Foto: Suasana reses JK di Tingkulu.

“Saya bug agar semuanya bisa diperjuangkan untuk dianggarkan di APBD induk Prov Sulut TA 2018,” pungkas Karinda menjamin. (Robby Kumaat Mononimbar) 

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Baca juga:   Sebanyak 19 Kios Pasar 23 Maret Kotamobagu Digembok
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments