Prajurit Infanteri Merupakan Cerminan Jati Dirinya Sebagai Tentara Rakyat

Tomohon, iNeswcrime – Bertempat di lapangan Mako Rindam XIII/Merdeka Tomohon, Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Joseph R Giri memimpin langsung acara puncak puncak Hari Infanteri ke-69 tahun 2017 yang gelar sejak tanggal 16 Desember lalu.

Hari Infanteri atau yang identik dengan kegiatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya setiap tahunnya digelar oleh satuan-satuan infanteri.

Dalam amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayjen TNI Surawahadi SIP MSi selaku pembina Korps Infanteri TNI AD yang dicakana Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri mengatakan, ”Selamat Hari Infanteri Tahun 2017” kepada segenap prajurit Korps Infanteri beserta keluarga dimanapun berada, disertai juga dengan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tulus atas pengabdian, keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai prajurit dan satuan Infanteri hingga saat ini.

“Terimakasih dan penghargaan yang tulus atas pengabdian dan prestasi yang capai dalam mengharumkan nama baik Korps Infanteri dan mendukung tugas pokok TNI Angakatan Darat dimana tumbuh dan berkembangnya Infanteri sebagai Korps terbesar di TNI AD tidak pernah terlepas dari sejarah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Mayjen TNI Surawahadi dalam amanatnya yang dibacakan Danrem.

Baca juga:   Dandim Manado Ajak Warga Hadiri Murojaah Bersama di Makodim 1309/Mdo

Dalam amanatnya, Dirinya mengulas salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah Infanteri adalah ketika menghadapi agresi Militer Belanda II Tanggal 19 Desember 1948 dimana pada saat itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat No. 1/PB/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu perintah siasat No. 1/1948 TANGGAL 12 JUNI 1948, untuk melawan musuh dengan melaksanakan Perang Rakyat Semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi Wingate (Infiltrasi) dengan cara Long Mars kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk Wherekrise (Kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kuat pertempuran gelirya yang merupaha taktik dan strategi prajurit Infanteri untuk melanjutkan perjuangan mempertahankan Kemerdekaan,” dikutip dari keterangan Penrem 131/Santiago.

Fenomena tersebut menuntut kehadiran prajurit dan satuan-satuan Infanteri yang berkualitas dan modern memiliki mentalitas baja dan berkarakter pejuang sebagai insan prajurit sejati.

“Tugas adalah suatu kehormatan, tugas berat tapi mulia itulah karakter yang harus tetap terpelihara dan tertanam pada setiap dada prajurit Infanteri dimanapun berada dan bertugas dengan konsekuensi logis keberadaan satuan dan prajurit Infanteri yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga:   Jalin Keakraban Dengan Wartawan, Danrem 131/Stg Gelar Coffee Morning

Dirinya menegaskan, prajurit infanteri tidak akan terlepas keberadaannya dengan lingkungan masyarakat.

“Prajurit Infanteri kuat bersama rakyat merupakan cerminan jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional dan prajurit Infanteri bersama masyarakat,” ujar Danrem.

Selesai kegiatan Upacara dilanjutkan dengan penyerahan pemenang Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya.
(***/tsir)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments