Permohonan Keringanan Setoran ASN Tidak Bisa Dipenuhi Bank SulutGo

Dirut Bank SulutGo Jefry Dendeng

Sulut, Manadoaktual.com – Terkait Dampak Covid -19 yang meresahkan masyarakat di Sulawesi Utara  (Sulut)  beberapa Kepala Daerah Kabupaten/Kota mengajukan  surat permohonan keringanan serta penundaan penyetoran pinjaman selama 3 bulan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) ke manajemen Bank Sulut Gorontalo (BSGo), dibenarkan Direktur Utama (Dirut) Bank SulutGo (BSGo) Jefry Dendeng. Suratnya sudah masuk.

” Semua surat sudah masuk dan telah di terima. Tapi kami bekerja berdasarkan dengan peraturan yang ada. Jika diberikan keringanan cicilan bank sulutgo akan mengalami kerugian,”ujar Dirut Bank SulutGo, Jefry Dendeng, kepada wartawan, usai rapat pembahasan dengan Pansus LKPJ, Jumat (24/04/2020) di gedung DPRD Sulut.

Sayangnya, permohonan surat tersebut tidak dapat dipenuhi oleh manajemen BSGo dikarenakan, jika dipaksakan akan menimbulkan masalah likuiditas dan kesehatan bank menurun.

“ASN itu tidak masuk di dalam POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) nomor 11 tahun 2020. Hal ini ditegaskan lagi oleh oleh Kepala OJK pusat dan ditegaskan ulang oleh Kepala OJK SulutGo,” jelas Dendeng.

Baca juga:   Walikota Kotamobagu Hadiri Pembukaan Pameran Pembangunan

Ditegaskan Dendeng, pihak BSGo sendiri harus bekerja berdasarkan peraturan atau payung hukum yang ada.

“Nah, ini kalau payung hukumnya tidak ada, tidak bisa kami lakukan. Apabila ini tetap dipaksakan juga, maka akan terjadi likuiditas di bank ini. Likuiditas kita akan berkurang,” ujar Dendeng.

“Kalau likuiditas kita berkurang, maka akan berdampak terhadap tingkat kesehatan bank. Tingkat kesehatan bank akan turun. Kalau tingkat kesehatan bank turun, maka akibatnya adalah para pemegang dana, pemilik dana yang menempatkan dananya di Bank Sulut, ini bisa menarik seluruh dananya,” terang Dendeng.

Kita bisa bayangkan, lanjut dikatakan Dendeng,”Dana di Bank Sulut itu 75% adalah dana masyarakat, milik masyarakat, 25% milik pemerintah daerah (Pemda). Nah, kalau 75% ini tiba-tiba tarik, karena Bank Sulut ada masalah likuiditas. Di saat merugi, banyak nasabah akan menarik dananya di BSG. Sulit mencari nasabah yang mau taruh dananya di Bank yang merugi. Pada gilirannya BSG akan mengalami kesulitan likiditas, kemudian tingkat kesehatannya menurun, maka berbahaya buat bank ini. Itu permasalahannya,” katanya.

Baca juga:   Jalani Rehabilitasi, Edwin Lontoh "Back To Deprov Sulut"

“Jadi, ada 2 permasalahannya. Yang pertama kita tidak punya payung hukum, yang kedua, kalau dipaksakan, akan menimbulkan masalah likuiditas. Saya mengerti bagaimana kondisi dari para ASN sekarang ini yang terdampak covid-19. Kami sudah berusaha bagaimana jalan supaya bisa memenuhi, tetapi setelah berbagai kajian yang kami lakukan kelihatannya tidak bisa kami penuhi. Kalaupun ada, kami harus tunggu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Itu yang jadi masalah,” pungkasnya.

Penulis : Olvi Kapojos

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments