Pasca Tambang Bakan Ditutup, Warga Mulai Kesulitan Kebutuhan Hidup

Ibu Ina: Kasihan Kami Rakyat Juga Butuh Makan

BOLMONG. MA. – Penutupan lokasi tambang emas Bakan rupanya sangat mempengaruhi kebutuhan hidup masyarakat, khususnya para pekerja tambang. Mereka mengaku kesulitan Mencari nafkah untuk keluarga.

“Sangat berpengaruh ada ribuan pekerja yang menggantungkan hidupnya dan keluarga di Desa ini,” kata Safrudin Mokodompit, warga Desa Bakan, Senin 8 Oktober 2018.

Lanjutnya, bahwa lepas dari persoalan aturan atau tidak legalnya lokasi tersebut, akan tetapi kami pekerja yang juga adalah rakyat sangat membutuhkan demi kelangsungan hidup apa lagi saat ini di musim kemarau.

“Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah dalam hal ini Bupati dan seluruh pihak terkait, penentu dan pengambil kebijakan agar dapat mencarikan solusi, sesuai dengan harapan masyarakat khususnya kami penambang,” pintanya.

Di sisi lain, dampak dari penutupan aktifitas tambang ternyata juga dirasakan para pemilik warung makan kecil, dan penyedia lahan parkir yang ada di sekitar lokasi. Seperti yang dikatakan Ina Paputungan, saat dijumpai wartawan dilokasi .

Baca juga:   Berbagai Produk Pertanian Kotamobagu Siap Dipamerkan Di-Manado

“Kasihan pak, bahkan sekarang sudah tidak ada lampu penerang digubuk kami dan warung makan kami pun sudah tidak laku lagi. Padahal ini satu-satunya harapan biaya hidup untuk keluarga. Biasanya sehari sampai seratus ribu penghasilan di sini, mulai dari jasa parkiran motor dan kopi yang dipesan para pekerja,” ucapnya Ibu Ina, sambil termenung.

Hasil pantauan, lokasi tambang Bakan kini sunyi, senyap. Tidak ada lagi aktifitas kecuali petani yang lewat ke kebun dan personel TNI-Polri yang ditugaskan menjaga pintu masuk di wilayah tambang.

Penulis: (DIX)

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of