Nouke Paat Geram, Kejati Sulut Diduga Mengkriminalisasi Bupati Minut VAP

INewscrime.com – Manado – Terkait kasus dugaan korupsi penahan ombak di Likupang Timur kabupaten Minahasa Utara yang perkaranya kini sedang dalam proses pengadilan menuai protes dari tokoh masyarakat Minahasa Utara Nouke Paat.

Di hubungi via telepone celularnya Nouke mengatakan bahwa Dirinya tidak terima apa yang dilakukan oleh penyidik kejati sulut. Ia menilai penetapan tersangka pada kasus korupsi pemecah ombak itu adalah upaya kriminalisasi.

” itu kriminalisasi dari oknum oknum yang ada di kejati sulut karena disinyalir ada kepentingan yang dimainkan yang sasarannya menyasar pada Bupati Vonny Panambunan,  ” tukas Noke.

Dirinyaa juga meniliai bahwa sangat tak masuk di akal jika pekerjaan proyek penahan ombak di likupang timur kabupaten Minahasa Utara itu di tuding korupsi.

” ini kan nda masuk diakal bagaimana bisa di bilang korupsi, sedangkan Pemerintah Kabupaten Minut bekerja sesuai prosedur dan sesuai petunjuk tekhnis dari pemerintah pusat.

“Kan yang memberikan petunjuk tekhnisnya mereka. Saya sampaikan ke kalian ya pemkab minut telah mengembalikan 3.5 milyar uang ke BNPB RI, hal itu larena ada temuan dari pihak BPK RI terjadi kekurangan volume maka anggaranya di kembalikan terus apanya yang di korupsi, “tanya Nouke.

Baca juga:   INKAI Bitung Beri Penghargaan dan Apresiasi Kepada Dandim 1310/Bitung

Nouke juga menjelaskan bahwa bupati Minahasa Utara VONNIE ANNEKE PANAMBUNAN tidak korupsi itu kan tanggung jawab orang yang membidangi proyek tersebut bupati hanya mengawasi. Jika bupati di sebut dalam dakwaan bahwa menerima dana 8.3 milyar menurut saya itu tidak benar, itu hanya ritme penyidikan yang mencari cari kesalahan Bupati VAP agar bisa di jerat dalam kasus ini.

Bupati VONNIE ANNEKE PANAMBUNAN tidak salah dan tidak korupsi karena setau saya sesuai aturan dari BNPB RI diperkenankan proyek bencana alam tanpa dilakukan tender.

“Terus salahnya dimana ? Untuk itu saya selaku Mantan Anggota DPRD Kabupaten Minut bersama teman teman ormas Adat di kabupaten Minut Meminta pihak kejati Sulut hentikan Kriminalisasi terhadap Pemkab Minut terlebih pada upaya untuk menjerat Bupati kami,”Tegas Nouke paat.

Lanjut di katakan oleh Nouke,”Kalau dibilang korupsi mungkin dia perlu aqua, coba tuang pikir Anggaran pada proyek tersebut Rp. 15 M, potong pajak kurang lebih 1M, kemudian menurut jaksa kerugian negara 8,8 M, yang di kembalikan oleh pemkab minut 3,5 M, trus pekerjaan yang sudah di kaksanakan nilainya berapa dong ? Ini kan ngarang, nda masuk di akal, jadi jangan coba coba mengkiriminalisasi kami akan lawan, “ujar nouke lagi.

Baca juga:   Dandim Bitung Tinjau Lokasi Cetak Sawah di Kecamatan Kauditan

Di ketahui Sebelumnya Kejati sulut telah memproses kasus korupsi proyek penahan ombak di desa Likupang Dua kecamatan Likupang timur kabupaten Minahasa Utara yang berbandrol Rp. 15 Milyar rupiah dan telah menetapkan tiga orang tersangka yakni RT, SHs, dan RM dan perkaranya kini sedang bergulir di PT Manado namun anehnya walaupn mati matian.di bantah Dua nama yang membantah (VP dan RP) berulang kali disebut  sebagai pihak yang turut bertanggung jawab dalam perkara tersebut. (Obi )

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments