Mustarin: DPT Harus Valid Hindari Pemilih Ganda

SULUT. MA. Temuan PPS dan Panwaslu terkait daftar pemilih ganda yang ada di perbatasan dua Kabupaten Bolaang Mongodow Timur dan Kabupaten Minahsa Selatan (Minsel) langsung ditindaklanjuti Bawaslu dan pihak KPU Sulut, saat pertemuan yang dihadiri pihak KPU dan Bawaslu Boltim, KPU dan Bawaslu Minsel, Kepala Desa, serta warga.

Menurut Mustarin Humagi selaku Kordiv Hukum dan Penindakan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, warga yang ditemukan daftar pemilih ganda atau bermasalah domisili yang tidak berkesesuaian dengan KTP harus diverifikasi dan dicocokan kembali agat tidak menjadi pemilih ganda.

“Hasil dari pertemuan meminta agar DPT ganda harus diverifikasi kembali dan dilakukan Coklit sebelum hari H agar tidak menjadi pemilih ganda.” Tegas Komisioner Bawaslu Sulut Mustarin Humagi usai pertemuan di Kantor Camat Moat Senin (29/10/2018).

Mustarin Mengingatkan, Pasal 533 kepada warga pemilih terkait penggunaan hak suara melebihi dua, maka ada ketentuan pidana pemilu dalam UU nomor 7 tahun 2017. Dan pasal 488 junto 203 terkait memberikan keteragan palsu tentang dirinya terkait daftar pemilih.

Baca juga:   Akses Masuk Di Batasi Runtu & Tumbelaka Pertanyakan Kebijakan Sekretariat DPRD Provinsi Sulut

“Ingat kepada warga pemilih ganda ada ketentuan Pidana Pemilu UU Nomor 7 tahun 2017. Untuk itu dilakukan verifikasi kembali. Kalau pemilih yang ditemukan di dua tempat langsung dihapus,” Tegas Mustari Humagi.

Diketahui ada 58 warga terdata di dua daerah yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Data itu terkuak setelah PPS dan Panwas menemukan kejanggalan data pemilih yang ada di Desa Kokapoi Induk dan Kopapoi Timur Kecamatan Moat.

Ketua KPU Boltim Jamal Rahman menjelaskan, bahwa dua Desa yang ada di Kecamatan Moat Kabupaten Boltim tersebut, berbatasan dengan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minsel. Nah dengan ini terindikasi sering berpindah tempat tinggal. “Bisa jadi, saat petugas di Desa Kokapoi melakukan pendataan mereka tinggal di sana. Begitu pula sebaliknya,” tuturnya.

Dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Boltim di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mengalami penambahan. Di mana pada Pileg 2014 lalu jumlah DPT berjumlah 50.687 pemilih. Sedangkan untuk penetapan Pileg 2019 bertambah 1.277 menjadi 51.964. Namun dengan ditemukan kasus ini, bisa jadi ada perubahan jumlah pemilih yang ditetapkan.

Baca juga:   Pewarna Indonesia, FKUB, PGLII DKI Dan GMDM Membagi-bagikan Takjil Di Jakarta Barat

Penulis: (DIX).

vote
Article Rating

Bagikan berita ini!

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments