MEMPERKUAT PARA PETANI DI SAAT PANDEMIK COVID-19, HARITS UMBOH TULIS SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR

(Foto Istimewa) 

Gubernur Olly Dondokambey 

Yang saya hormati Bapak Gubernur Sulut,

Syaloom,
Salut untuk pencapaian Sulawesi Utara di berbagai bidang, selama kepemimpinan ODSK, sejak tahun 2015. Percepatan pembangunan Sulut sangat diapresiasi.

Andai saja pendemic covid-19 tidak mengharuskan orang harus tinggal di rumah, pastilah Sulut saat ini seharusnya sedang sibuk dalam geliat pembangunan berbiaya APBN dan APBD 2020. Semoga kemelut pendemic ini akan segera berlalu.

Bapak Gubernur yang kekasih,
Di saat pandemik corona ini, ijinkan saya memberi bahan pemikiran terkait sektor pertanian.
Di saat krisis moneter, para petani justru dapat berlega diri karena harga produk pertanian yang menguntungkan mereka.
Namun, di saat pandemik corona, di mana semua harus tinggal di rumah, para petani tidak dapat berlega diri, bahkan sebaliknya galau.
* Para petani dapat leluasa pergi berkebun;
* Namun harga komoditas pertanian sangat rendah;
Contoh: saat ini harga kentang di Modoinding
telah masuk zona rendah, Rp.250.000/bantal.
* Harga saprodi, pupuk, obat2an tetap, bahkan naik.
Pendek kata, para petani saat ini berada pada situasi MAJU KENA, MUNDUR KENA, mau menanam takut rugi, tidak menanam pasti rugi.
Bila selama pandemik ini mayoritas petani memilih menanam hanya untuk keperluan diri sendiri, maka krisis pangan sudah mengintai di depan pintu.

Baca juga:   Mayjen (TNI) Madsuni Resmi Komandoi Kodam XIII Merdeka, Gubernur Olly Dondokambey Serahkan Bantuan Motor Untuk Operasional Koramil Di Jajaran Kodam XIII/ Merdeka

Menurut saya, pemerintah daerah harus mengambil sikap, menantang resiko, demi masyarakat di kemudian hari. Andaipun semua anggaran harus di arahkan kepada bidang kesehatan dan ketahanan pangan. Tidak mengapa Pak Gub.

Salus populi suprema lex. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Prinsip:
Rakyat harus tetap SEHAT, terus MAKAN, petani harus terus MENANAM.

Rakyat harus tetap sehat dan harus terus makan, itulah yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh seisi Sulut saat ini.

Bagaimana dengan prinsip petani harus terus menanam, demi ketahanan pangan? Hal ini menurut saya sudah harus Bapak Gubernur posisikan pada titik TOP of PRIORITIES.

Manfaatkan betul kondisi:
* Kobong adalah Mall yang aman dan nyaman;
* Petani memang penganut “social distancing”.

Di saat pandemik corona ini, adalah hal yang pantas apabila daerah memberikan award kepada para petani melalui:

1. SAPRODI GRATIS UNTUK MINIMAL 2 MUSIM TANAM.
Hal ini paling tidak akan menggairahkan petani untuk terus menanam. Saprodi biasanya sebatas pada pupuk dan pestisida.

2. JAMIN PETANI UNTUK DAPAT AKSES KREDIT BANK.
Disadari sepenuhnya, pemberian saprodi gratis akan terbats pada petani-petani dengan luas lahan kecil, mungkin 1 kintal hingga 1/2 hektar.
Bagaimana dengan petani2 yang memiliki luasan lahan yang membutuhkan modal cukup besar, tidak cukup sekedar bantuan dari pemerintah?
Beri mereka akses kredit perbankan.
Selama ini, kesulitan petani mengakses kredit bank adalah soal JAMINAN/ANGGUNAN.
Pemerintah Provinsi Sulut, melalui APBD PROVINSI, saya yakin lebih dari mampu untuk tampil sebagai PENJAMIN, apalagi bila melalui Torang Pe Bank, SulutGO.
Saya berharap Perda tentang Lembaga Penjamin di Sulut telah ada, sehingga menjadi lebih mudah, namun bilapun belum ada, Instruksi, apalagi Keputusan Gubernur, akan menjadi nafas kelegaan para petani.

Baca juga:   Dua Tahun Pimpin Sulut OD Tetap Komit Dan Konsisten Pimpin Sulut, Berikut Pencapaiannya

Demikian Pak Gubernur, mohon maaf bila hanya melalui Surat Terbuka, namun di saat sedang Social Distancing ini, cara ini menjadi pilihan yang baik.

Salam kasih, GBU n fam always.
Dari saya, Andry Harits Umboh,
Dosen Fakultas Pertanian Unsrat thn. 1990 sd 2004.

(Robby Kumaat Mononimbar)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments