Lokasi PETI Bakan Terus Dikosongkan

Boy Amisan:  Berharap Pemerintah dan Pemilik Lahan Dapat Mencarikan Solusi Agar Tambang Dibuka Lagi

BOLMONG. MA. Lokasi pertambangan emas tampa ijin (Peti) yang ada di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow masih tetap dijaga ketat petugas. Hal tersebut guna megawasi dan mencegah para penambang yang masuk ke lokasi.

Waka Polsek Lolayan Iptu. Irwandi Mokodongan, saat ditemuai awak manadoaktual.com dilokasi pertambangan Bakan mengatakan bahwa kami didamping pihak Koramil Lolayan terus melakukan penjagaan di Lokasi Bakan ini. Dan seluruh aktifitas penambangan tidak diijinkan lagi, dan itu sudah perintah langsung dari bapak Kapolres.

“Kami sejak berikan tugas untuk melakukan pengawasan serta pencegahan di Lokasi ini, tidak ada lagi aktifitas yang berlangsung di tambang Bakan ini, kalaupun ada warga yang masuk ke lokasi ini, mereka tinggal mengemasi dan mengambil barang barang mereka untuk di bawah pulang.” Kata Waka Polsek Lolayan.

Dikatakannya juga, untuk penjagaan di lokasi tambang Bakan ini sampai batas yang belum ditentukan . intinya kami dari pihak kepolisian bersama Koramil Lolayan tentunya menunggu rekomendasi dari Pemerintah Daerah(Pemda) setempat.

Baca juga:   Sambangi Minahasa Komisi IV Apresiasi Sekolah Menengah Dan Kejuruan Di Minahasa

“Sepanjang rekomendasi dari pemerintah daerah belum turun untuk dibuka, kami tetap akan melakukan penjagaan di lokasi ini agar tidak ada lagi aktifitas di lokasi ini, selain itu juga kami terus menjaga dan mengantisipasi situasi Kamtibmas di wilayah ini.”Terang Waka Polsek Lolayan.

Boy Amisan salah satu warga yang sedang mengemasi sisa sisa peralatan tambang yang berada dilokasi untuk dibawah pulang mengatakan, dengan ditutupnya areal pertambangan di Desa Bakan ini, maka kami masyarakat penambang tentunya sangat koporatif dengan adanya penutupan ini. Namun kami selaku rakyat sangat berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib kami sebagai penambang yang hanya mengantungkan hidup di sini.

“Kami sebagai penambang sangat berharap memohon pemerintah serta pemilik lokasi dapat membuka kembali agar, saya dan masyarakat pemambang dapat beraktifitas kembali untuk mencukupi kebutahan keluarga. Kalau tambang ini terus ditutup dikasi makan apa keluarga kami sebagai penambang.” Keluh Boy Amisan, Sambil mengemasi barang barang untuk dibawah pulang.

Terpisah Ali David warga Desa Bakan yang keseharian sebagai tukang jaga parkir mengatakan dengan ditutupnya pertambangan emas ini maka tidak ada lagi penghasilan seperti yang biasanya. Disaat tambang masi beroperasi pendapatan perhari sampai Rp 200 ribu perhari, setelah ditutup seperti saat ini, kami tidak ada lagi pendapatan.

Baca juga:   Kementerian PPPA Gandeng FJPI Sulut Gelar Bintek Terkait Isu Gender Dan Anak

“Saat ini setelah tambang ini ditutup sudah tidak ada jalan lain, terpaksa saya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari untuk keluarga serta biaya untuk Sekolahkan anak tinggal mengumpul batu dan mencari kayu bakar untuk dijual, itupun kalau ada yang mau beli.”

Lanjutnya, selaku warga juga sangat berharap pemerintah serta para pemilik lokasi untuk dapat mencarikan solusi agar areal pertambangan di Desa Bakan ini dapat dibuka kembali.” Ungkap Ali David, sambil mengais sampah di tempat parkir disampin gubuk.

Penulis: (DIX).

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments