Kubu Jokowi Ma’ruf Amin Hindari Empat Kejahatan Demokrasi

KOTAMOBAGU. MA.-Kontestasi Demokrasi Lima tahunan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dan pemilihan legislatif tahun 2019 mendatang, merupakan Pemilu yang sangat  istimewah dalam sistem Demokrasi di Indonesia.

Seperti yang dikatakan Direktur V Tim Kampanye Nasional Benny Rhamdani, dalam Konferensi Persnya, dimana Pilpres tahun 2019 ini sangat istimewah karena ini adalah pesta demokrasi, kontestasi para calon pemimpin negeri yang kemudian dipaketkan secara bersamaan dengan Pemilu Legislatif.

Namun dengan perkembangan politik kontemporer seiring kemajuan teknologi seiring dengan kedewasaan berpolitik masyarakat bangsa ini, maka justru diluar hal hal positif, ada juga kemunculan hal hal yang sangat negatif yang telah merusak, dan menjadi alat deduktif bagi demokrasi, bahkan harmonis sosial bagi kehidupan masyarakat, itu juga ancaman serius yang harus menjadi fokus konsen dan perhatian kita semua sebagai warga negara.

Ada empat kejahatan besar yang selalu beriringan, berjalan bersama dengan pelaksanaan pesta demokrasi yaitu, Politisasi birokrasi, politik uang, Politik King atau penyelenggara pemilu, dan kejahatan terakhir adalah yang paling berbahaya yaitu penyebaran berita hoax, dengan menggunakan ruang publik, medsos yang bisa berakibat pada upaya untuk memecah belah element dan komponen masyarakat bangsa.

Baca juga:   Walikota Pimpin Apel Kerja Seluruh ASN Se-Kotamobagu

“Tim Kampanye Pak Ir.Joko Widodo dan Prof, Dr. KH. Ma’ruf Amin, memiliki komitmen yang sangat tegas untuk menghadapi pesta demokrasi dan kontestasi politik Pilpres 2019 secara ver, dan bahkan mengajak semua komponen bangsa termasuk bagian pendukung tim sukses untuk menghindari dan tidak melakukan empat kejahatan demokrasi tadi. “ Kata Benny Rhamdani. Dalam konferensi Persnya dengan sejumlah awak media Sabtu (29/9/2018).

Benny Rhamdani juga mengatakan, disini kita bisa melihat dan menyeleksi bagaimana dan siapa kelompok yang lebih banyak mengeksplorasi, mendemontrasikan kejahatan demokrasi dengan mengunakan media sosial (medsos) sebagai alat kampanye dengan memproduksi berita berita hoax menyebarkan kebencian, kemudian menularkan fitna dan aduh domba, yang kemudian ini menjadi ancaman serius dan perpecahan komponen, dan element bangsa.

“Pak Ir. Joko Widodo dan Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin berkomitmen juga untuk menghindari empat kejahatan yang telah disebutkan tadi, kemudian kita akan coba untuk mengeksplor dengan mengajak lawan politik untuk beradu ide, gagasan atau program, dan yang  ketiga yaitu persatuan dan kesatuan nasional menjadi penting dan diatas segala galanya, diatas perbedaan warna politik dan pilihan politik dari masing masing Calon dalam kontestasi Pilpres 2019.” Pungkas Benny Rhamdani.

Baca juga:   Walikota Kotamobagu Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi & TPS3R

Penulis (DIX).

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of