KM Ditamukan Tak Bernyawa Dikebun Miliknya

BOLMONG, MA. Warga Desa Poigar dihebohkan dengan penemuan mayat lelaki bernama Karto Mokoginta, (45) dikebun miliknya di Desa Poigar Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (20/7/12018).

Dilansir dari Totabuanews.com. Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 13:00 Wita, dalam keadaan meninggal dunia dengan luka bekas benda tajam di tangan dan punggung serta bengkak diwajah diduga terkena benda keras.

Camat Poigar Deddy Ruswandi Mokodongan mengatakan, korban ditemukan oleh salah satu warga yang hendak ke kebun, dan langsung melaporkan ke pemerintah setempat.

“Korban ditemukan oleh salah satu warga hendak ke kebun sekitar pukul 13:00 Wita dalam keadaan tak bernyawa dengan luka dibagian tangan dan punggung yang diduga bekas sabetan benda tajam, serta terdapat bengkak dibagian muka yang diduga bekas kena benda keras.” Kata Deddy R Mokodongan.

Kapolsek Poigar, Ipda Kahari ketika dikonfirmasi mengaku, mendapat laporan warga pada Jumat hari ini sekira pukul 13.30 wita. Selanjutnya dirinya segera ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama anggota dibantu anggota Koramil langsung ke TKP. Setelah dilakukan olah TKP dari pihak kepolisian dibantu pihak Puskemas poigar melakukan visum luar, selanjutnya mayat korban dievakuasi ke rumah duka.

Baca juga:   Hendra Jacob : Saya Akan Terus Mengawal Kasus Pemecah Ombak Sampai Aktor Intelektualnya Terungkap

“Kami dibantu oleh pihak Koramoil Poigar sudah melakukan oleh TKP dan melakukan evakuasi korban. Atas permintaan keluarga korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga tidak mengijinkan untuk dilakukan otopsi,” Kata Ipda. Kahari. saat dirumah duka bersama camat poigar dan pemerintah desa.

Sementara itu, Anwar Mokoginta mengatakan, bahwa pihak keluarga sepakat untuk tidak melakukan otopsi, dan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami keluarga mengiklaskan kejadian ini. Kalau pun korban di bunuh, nanti Allah SWT yang membalaskannya. Dan kami keluarga berharap adik kami tenang di alam sana,” tambah kakak korban yang berprofesi sebagai guru.

Korban merupakan anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Dan korban pun belum menikah.   (DIX).

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of