ketua festival seni pemuda GMIST Usir Wartawan

Inewscrime – TAHUNA – Festival seni pemuda GMIST yang baru-baru ini digelar sebenarnya menjadi ajang seni yang baik bagi para pemuda/pemudi di kepulauan sangihe namun karna ulah oknum ketua pelaksanaan lokal Irfan Ogelang festival tersebut menjadi tercoreng. Dikarenakan oknum tersebut bertingkah dengan menghusir salah satu wartawan yang hendak mengambil gambar dengan nada yang kasar.

Dys salamate wartawan mingguan koran Brantas yang menjadi sasaran kesombongannya itu mingungkapkaan ” saya hanya bermaksud untuk melaksanakan tugas untuk meliput acara festival dan ingin mengambil gambar namun mendapat perlakuan kasar dari irfan ogelang yang mengusir dengan alasan yang tidak masuk diakal.

Salamate menjelaskan alasan onggelang mengusirnya karna acara festival ini tidak bisa di foto oleh orang luar dan yang hanya bisa Mengambil gambar hanya panitia dan yang bukan panitia silakan keluar kata onggeleng dengan nada yang kasar. Ungkap salamate saat meniru perkataan onggelang.

Bahkan lanjut Salamate Ketua III sinode GMIST Pdt Ibu Malohing Oleng juga menjadi korban sikap arogansi ketua panitia lokal dimana diusir juga. “Jangankan saya, Ketua III Sinode GMIST juga diusir yang bersangkutan”, imbuh Salamate.

Baca juga:   Legislator Pertama Yang Ajukan Interupsi Di Gedung Baru Deprov Sulut, Dicky Makagansa Minta Pemerintah Buatkan Asrama Untuk Mahasiswa Asal Nusa Utara

Terpisah Ketua Panitia Pelaksana Lokal Irgan Ogelang dihubungi tidak membantah melakukan hal tersebut. Dirinya mengaku bahwa sekolahnya tidak lengkap sehingga tidak mengetahui secara pasti pekerjaan wartawan. “Sekolah saya tidak tinggi sehingga saya tidak tau kalau kerja wartawan bagaimana”, singkatnya. (VS)

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of