Kecewa Putusan Pra Peradilan Setnov, Ini Tanggapan Hendra Jacob

Foto : Hendra Jacob beserta Koleganya.

INewscrime. com- Saya tak akan pernah berhenti berteriak untuk melawan korupsi juga para pelakunya, itu tekad Hendra Jacob Pria berdarah Sitaro dan Bolmong ini.

Melalui jejaring sosial faceboknya Hendra Jacob turut berkicau terkait dikabulkannya permohonan Ketua DPR Setya Novanto di sidang praperadilan.

Dia menyatakan, meskipun Hakim Tunggal Cepi Iskandar menilai penetapan tersangka Setnov sebagai tersangka kasus e-KTP tidak sah, namun lembaga antirasuah itu tetap bisa kembali menandatangani surat perintah penyidikan (sprindik) baru kepada ketua DPR RI itu.

‎”KUHAP tidak membatasi penegak hukum untuk menerbitkan sprindik lagi sepanjang dipenuhi minimal dua alat bukti,‎” tulisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hal itu diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 21/PUU-XII/2014 tanggal 28 April 2015.

Jika ditanya kecewa, yah pastilah saya kecewa dan saya percaya selain saya banyak yang kecewa juga, seperti para aktivis anti korupsi dan juga masyarakat yang kritis  yang mengikuti jalannya kasus ini  pasti banyak yang kecewa, “Imbuhnya

Dikatakan oleh Hendra, jika KPK kembali menetapkan Setnov ‎sebagai tersangka harus dilakukan dengan merevisi dua alat bukti tadi, maka itu sah sesuai dengan aturan hukum ‎yang berlaku.

Baca juga:   Tim TAMBORA Res Bolmong Ringkus 46 Orang Saat Operasi Turjawali

“Tidak kemudian diartikan bahwa tersangka tersebut tidak bersalah dan tidak menggugurkan dugaan adanya tindak pidana. Terhadapnya tetap dapat dilakukan penyidikan kembali sesuai kaidah hukum yang berlaku secara ideal dan benar, yang dibutuhkan adalah kecermatan dalam sisi adminstrasinya, “terangnya ketika dikonfrmasi media ini melalui WhatsApp. .

Menurutnya, adanya pro kontra dalam suatu perkara adalah hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apa pun putusan Hakim tetap harus dihormati dan persoalan pro kontra adalah sesuatu yang wajar, karena itu harus ditelaah dapat tidaknya digunakan langkah hukum kembali pada Setnov,” tukas mantan Brigadir polisi ini.

Meskipun kecewa dengan putusan praper hakim cepi kita harus menghargai sebab itu keputusan resmi sebuah lembaga negara, “tandasnya.

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments