Kasus Solar! BB Dan Mantan Hukum Tua Lenyap, Ada Apa?

Sulut, Manadoaktual.com -Penanganan dugaan kasus solar ilegal terhadap oknum mantan Hukum Tua berinisial BM di Kecamatan Pineleng Kab. Minahasa  patut dipertanyakan.

Hal tersebut terkuak ketika oknum mantan Kumtua di Kecamatan Pineleng berinisial BM, yang ditangkap bulan Desember 2019 lalu, saat ini telah hilang dari Polda Sulut. Bukan hanya pelaku barang bukti (BB) berupa solar ilegal yang ditahan di Polda Sulut turut lenyap.

“BM sendiri diketahui ditangkap oleh anggota Subdit Tipiter Ditkrimsus Polda Sulut, saat membawa solar ilegal kurang lebih 2.000 ltr, yang dimuat di mobil truck warna kuning dan diketahui langsung di bawa ke Polda Sulut”

Sayangnya, saat di pantau, pada Rabu (22/1/2020) lelaki BM bersama barang bukti solar ilegal dan mobil truck, sudah tidak berada di Polda Sulut.

Menindaklanjuti kasus ini, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum menuju ke situ, kita masih fokus menangani kasus yang baru ini, nanti untuk perkembangan-perkembangan kasus BBM lain, akan kita tangani, ujarnya.

Baca juga:   OJK Buat Aturan Baru, Uang Muka Kendaraan 0% Khusus untuk Multifinance Sehat

Sementara itu, Kasubdit Tipiter Krimsus Polda Sulut Kompol Feri Sitorus, ketika ditanyai mengenai kasus penngkapan mantan hukum tua itu, mengatakan, bahwa saat penangkapan, dirinya belum menjabat sebagai Kasubdit, ujarnya, pada para awak media.

Terkait dengan penanganan kasus solar ini, seharusnya menjadi perhatian bidang profesi dan pengamanan polda sulut, Kabid Propam harus melakukan penyelidikan sehingga ketahuan apa alasan dari di lepasnya mantan hukum tua tersebut yang di tangkap krimsus itu, Demi mewujudkan profesionalisme dalam penanganan perkara bidang propam harus benar benar jeli dan cermat melihat dan mengawasi setiap tindakan kepolisian oleh direktorat lain seperti krimsus ini, etika kelembagaan harus dijaga sehingga benar benar propam menjalankan tugasnya.

Sudah bukan rahasia lagi dugaan permainan para oknum oknum di lapangan sering melakukan transaksi, lobi lobi, serta main mata dalam hal mereka melakukan penindakan. Istilah KUHP kasi uang habis perkara seakan terbayang dalam kasus ini.

“Peringatan bagi pembelian Solar Bersubsidi dan ditampung serta dijual kembali, dikenakan Pasal 53 huruf a, b, c dan d juncto Pasal 23 atau Pasal 55 UU RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi”

Baca juga:   Memasuki Hari ke Empat, Pencarian Korban Hanyut di Perluas Hingga Laut

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments