Kantor DPRD Sulut Tutup 7 Hari, DR Meiske Rondonuwu : Semua Staff dan Gedung DPRD Sulut Harus di Sterilisasi

Foto : DR Meiske Rondonuwu Dosen dan Sekprodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia pascasarjana UNIMA.

MANADO, INC — Gugus tugas Covid-19 Sulawesi Utara melakukan pemeriksaan swab kepada 71 orang di Sekretariat DPRD Sulut setelah sebelumnya Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu terkonfirmasi positif COVID-19.

Terkonfirmasi dari dr Steaven Dandel Sekretaris gugus tugas Covid-19 Sulawesi Utara bahwa hasil tes Swab tersebut sudah keluar.

“Hasil swab sudah keluar pada
tanggal 12 Oktober 2020 pada malam hari jam 22.30. Dari hasil swab tersebut terdapat 5 kasus terkonfirmasi positif,” tulis Jubir Satgas COVID-19 Pemerintah Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel, lewat rilis yang dikirim via WhatsApp Group, Selasa (13/10/2020) sore.

Adapun untuk kelima orang yang terkonfirmasi positif Corona itu, terdiri dari empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Sekretariat DPRD Sulut serta satu orang dari Keluarga salah satu yang KERT.

“Kelima kasus terkonfirmasi poisitif tersebut terdiri dari 4 orang ASN dan
THL di Sekretaris DPRD dan 1 adalah keluarga dari KERT ini,” kata Dandel.

Baca juga:   James Karinda Mengenang Almarhumah Siska Mangindaan

Berkaitan dengan hasil Swab tersebut, Dandel mengatakan, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 8 Tahun 2020, terkait optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) COVID-19 di wilayah Provinsi Sulawesi Utara Pasal 9, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, maka seluruh Anggota DPRD, ASN dan THL dilakukan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) secara total selama tujuh hari, terhitung sejak hari ini sampai 19 Oktober 2020.

“Waktu tujuh hari secara teknis dapat memutus mata rantai penularan dari Covid 19 ini, sesuai dengan pertimbangan masa inkubasi dan waktu penularan,” ujarnya.

dr Dandel juga mengatakan selama pelaksanaan WFH, Tim Satgas COVID-19 akan melakukan sterilisasi Kantor DPRD Sulut dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh ruangan.

Terkait ditutupnya kantor Sekretariat DPRD Sulut selama 7 hari, Dr Meiske Rondonuwu Ketua Perkumpulan Perempuan Untuk Demokrasi (PEKA) Sulut mengatakakan bahwa tindakan yang diambil oleh gugus tugas sudah tepat.
“Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan maka siapapun atau instansi manapun jika suda terbukti terkena Covid harus segera memutus mata rantai penyebarannya dengan cara apapun termasuk penutupan sementara kantor atau sekertariatnya,”ujar Dr Meiske Rondonuwu pada INewscrime.com.

Baca juga:   Saran Fanny Legoh Dirikan Patung Pahlawan Sam Ratulangi Di Bandar Udara Manado

Lanjut Dr Meiske mengatakan Kalau serius tangani covid memang harus ada yang dikorbankan. Termasuk membatasi aktivitas layanan di DPRD. Saat ini DPRD Prop Sulut terdapat 5 staf yang terkena Covid-19 mereka harus mendapat penanganan serius dan semua staf yang ada di DPRD Sulut harus di sterilisasi termasuk gedung dan ruangannya Karena kalau mereka tertular semua maka dampaknya akan beresiko besar, “terang Dr Meiske.

Sementara itu terkait kegiatan-kegiatan kerja yang sudah terjadwal termasuk rencana pelantikan dewan yang belum juga terlaksana dan banyak aspirasi rakyat yang harus di bahas itu bisa saja dilaksanakan secara daring.
“Jika terdapat agenda-agenda pertemuan yang harus disepakati kembali atau bisa dibahas secara daring dengan menggunakan platform yang sesuai termasuk pelayanan masyarakat yang urgen bisa dilaksanakan dari rumah,”pungkas Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Manado dan Dosen Sekprodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia pascasarjana UNIMA ini.
(Robby).

 

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Baca juga:   350 Anak Anak Rayakan Natal Bersama DPRD Sulut & Forward

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments