Jelang Demo  di Kejagung dan KPK, LMI Tuai Ancaman Akan Ada Bentrokan

Inewscrime – MANADO, Jelang aksi demo yang akan digelar di Kejaksaan Agung dan kantor KPK-RI, sejumlah Pimpinan dan anggota Organisasi Masyarakat Adat Sulut Laskar Manguni Indonesia (Ormas LMI) dilaporkan menuai teror dan ancaman yang diduga dari pimpinan ormas pendukung aktor utama korupsi proyek pemecah  ombak Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara.

Penuturan beberapa anggota dan jajaran pimpinan ormas Adat LMI, mereka mendapat ancaman dan teror melalui telepon seluler. “Ya, tadi ada beberapa telepon ke beberapa anggota dan jajaran pimpinan ormas LMI yang mengaku pimpinan ormas adat di Sulut. Ditelpon mereka mengancam akan melukai anggota dan sejumlah pimpinan LMI saat aksi demo Kamis (15/02/2018) nanti,” ujar Sumber yang merupakan unsur pimpinan Ormas LMI sambil mewanti-wanti tak menyebutkan identitasnya.

Senada, sumber lain juga menerima telepon dari salah satu pimpinan ormas adat di Sulut yang mengatakan akan ada aksi yang sama dari sejumlah ormas adat Sulut di lokasi yang sama. “Penelpon tadi bilang, sejumlah ormas adat dari Sulut akan menggelar aksi tandingan di lokasi yang sama untuk memberi dukungan ke Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Vonny Anneke Panambunan yang diduga terlibat dalam pusaran kasus korupsi proyek pemecah ombak,” ungkap Sumber lain.

Baca juga:   Terbitkan SP2HP Polda Sulut Nyatakan Ferry Keintjem Bebas Dari Jeratan Hukum

Sebelumnya Tonaas Wangko LMI, Pdt. Hanny Pantouw mengunkapkan, ormas adat LMI dan sejumlah LSM anti korupsi di ibu kota akan menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI). “Aksi demo LMI Kamis (15/02/2018) nanti akan menuntut Kejagung untuk memerintahkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara yang telah merugikan negara senilai Rp 8,8 miliar dengan menangkap aktor utamanya,” jelasnya.

Menurut Pdt. Pantouw, LMI akan menurunkan massa sekitar 250 orang. “Aksi demo Kamis (15/02/2018) nanti LMI juga akan menggelar aksi demo di kantor KPK-RI di Jakarta. Kami akan turunkan 250 orang,” ungkap Pdt. Pantouw.

Pantouw mengakui, selama ini pihaknya penuh tanda tanya atas sikap Kejati Sulut. “Sikap Kejati Sulut kami pertanyakan. Sudah sangat jelas keterlibatan pejabat tertinggi di Kabupaten Minahasa Utara dalam kasus proyek BPBD Kabupaten Minahasa Utara ini. Tapi kenapa yang ditangkap hanya pemain kecilnya, aktor utamanya hingga saat ini bebas berkeliaran. Jadi kami akan meminta sikap tegas Kejagung RI dan meminta KPK-RI mengambil alih kasus ini,” tegas Pdt. Pantouw.

Baca juga:   Sejumlah Pejabat Dilingkungan Polres Kotamobagu Hari Ini Sertijab

Pdt. Pantouw mengaku mencium sesuatu yang tidak beres dengan pihak Kejati Sulut. “Ada sesuatu yang tidak beres dengan pihak kejati Sulut. Bukti-bukti lengkap dan akan kami serahkan ke KPK-RI,” ungkap Pdt. Pantouw.

Pdt. Pantouw juga menegaskan pihaknya tidak gentar dengan ancaman segelintir orang yang mencoba membela aktor utama kasus korupsi ini. “Ada ancaman, tapi kami tidak gentar dan tetap konsisten. Ancaman dan teror akan kami laporkan ke pihak berwajib. Dan kami sudah secara resmi meminta pengawalan dari pihak Kepolisian,” pungkas Pdt. Pantouw. (sir )

 

 

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments