“JASMERAH”

Foto : Suasana Paripurna Hut Ke- 53 Prov Sulut Di Kantor DPRD Sulut Di Kairagi Tiram.

PENGGALAN PERJALANAN MENUJU SULAWESI UTARA
(dari berbagai sumber)

INewsCrime.Com, Sulut  – Ditengah suka cita saat hari-hari awal setelah lahirnya propinsi Sulawesi Utara pada tanggal 23 September 1964 melalui UU Nomor 13 tahun 1964, sejumlah kalangan menganggap sebagai buah prestasi seorang Broer ( nama panggilan dari F J. Tumbelaka). Semacam istilah ‘karena faktor Broer’.

Pertanyaannya kenapa muncul penilaian seperti itu oleh sejumlah kalangan di Manado ?
Berawal muncul secara diam-diam si Broer Tumbelaka pada 5 Januari 1960 sebagai utusan khusus dari Panglima Divisi (sekarang Pangdam) Brawijaya, Kol. Soerahman. Broer dikirim seorang diri guna misi khusus dan sangat rahasia menyelesaikan Pergolakan Permesta pada saat pertempuran sudah memasuki masa sangat kritis dimana telah ribuan orang tewas. Suatu misi yang dianggap mustahil karena sejumlah “Nama” Besar telah berupaya, namun gagal.

Broer adalah sosok Tentara Senior yang terkenal disegani dikalangan Perwira Divisi Brawijaya namun diusia muda telah “menanggalkan” seragam Tentara. Sekalipun terkenal dikalangan para Perwira Divisi Brawijaya, Broer Tumbelaka kurang dikenal dikalangan Elite Politik di Jakarta.

Baca juga:   Buka Sidang Raya XVII PGI, Yasonna Laoly Singgung Era 4.0

Sekitar 14 bulan setelah misi Broer berjalan, kehebohan terjadi di Jakarta ketika Broer berhasil meyakinkan sejumlah Perwira Tinggi TNI-AD bersedia datang menerima para Tokoh Permesta seperti Alex Kawilarang, DJ Somba, Abe Mantiri, Wim Tenges dan kawan-kawan dalam suatu upacara militer., mulai dari Pangdam XIII/ Merdeka Brigjen Soenandar, Mayjend Hidayat yang merupakan Perwira Tinggi paling senior dengan didampingi Mayjend Ahmad Jani yang dikenal disegani dan terakhir menghadirkan Jenderal AH Nasution diserangkaian Upacara.

Kehebohan politik di Jakarta karena nama Broer kurang dikenal dan ini membuat sejumlah Tokoh mencari tahu karena sejumlah anggapan yang sangat meyakini bahwa Pergolakan Permesta akan berakhir melalui pertempuran habis-habisan, bukan dengan cara damai seperti dilakukan Broer Tumbelaka.
Pada saat menjadi Gubernur Sulawesi Utara Tengah (Sulutteng), Broer yang meroket pamor-nya di Jakarta melakukan langkah-langkah strategis, antara lain memaksa Pemberontakan Darul Islam (DI) yang berada di Sulawesi Tengah untuk menyerah tanpa syarat langsung ke Broer selaku Gubernur Sulutteng.

Disisi lain Broer yang dikenal sederhana dan bersahaja dimata teman-temannya berhasil “memaksa” sejumlah Menteri untuk datang “melihat” kondisi Manado yang kondusif pasca Pergolakan Permesta. Lalu ada langkah lain yang mengejutkan ketika Broer membangun Universitas Tadulako di Palu. Beberapa langkah ini ternyata bagian dari strategi pengkondisian awal ala Broer Tumbelaka selaku Gubernur Sulutteng yang merangkap sebagai Ketua DPRD Sulutteng “menggiring” kearah pemekaran atau pemisahan Propinsi Sulutteng.

Baca juga:   Pemkot Kotamobagu Perkenalkan Potensi Daerah Lewat KIM

Bersamaan sejumlah “tahapan langkah strategis” yang diambil, Broer melakukan pendekatan kepada sejumlah Tokoh di Sulutteng dan Jakarta untuk misi melahirkan propinsi Sulawesi Utara. Tanda-tanda lahirnya propinsi Sulawesi Utara sudah nampak pada saat Broer Tumbelaka yang merupakan Gubernur Sulutteng dan juga Ketua DPRD Sulutteng menjadi Inspektur Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus 1964 di Kantor Gubernur Sulutteng, Jalan Sam Ratulangi Manado (Sekarang Hotel Aryaduta dan RS. Siloam) telah ada tulisan besar, Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Dan benar saja, 5 minggu kemudian pada tanggal 23 September 1964 lahir UU Nomor 13 tahun 1964 yang menjadi dasar lahirnya Propinsi Sulawesi Utara. Pada masa itu Gubernur Sulutteng, Broer Tumbelaka, oleh Pemerintah Pusat dipercaya menjadi Gubernur Pertama Sulawesi Utara (disingkat Sultara) merangkap Ketua DPRD Sultara.

(Dihimpun dari berbagai sumber)

(Redaksi)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments