Ini Dia!!!!! Kronologis OTT AAM & Kepala PT Manado Oleh KPK

INEWSCRIME.COM JAKARTA- Bertempat di gedung KPK di bilangan kuningan pada  Sabtu (7/10/2017), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode Muhammad Syarif, menyampaikan kronologi operasi tangkap tangan terhadap Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.

Terungkap dalam conpress dalam OTT tersebut KPK berhasil mengamankan lima orang. Selain Aditya dan Sudiwardono, KPK juga membawa istri Sudiwardono, Y (ajudan Aditya) , ADM, serta sopir Aditya (M) .

Kronologi diawali pada Kamis (5/10/2017) sore, Sudiwardono tiba di Jakarta beserta istri dari Manado. Keduanya menginap di hotel di bilangan Pecenongan, Jakarta Pusat.

“Aditya Moha memesan kamar hotel untuk Sudiwardono dan istri dengan menggunakan nama orang lain” tukas Laode Sabtu (7/10/2017).

Selanjutnya pada Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 23.15 WIB, Sudiwardono tiba di hotel tempat menginap usai makan malam bersama keluarga.

Di ketahui  pula Aditya Moha melakukan penyerahan uang kepada Sudiwardono di hotel tersebut. Terindikasi penyerahan uang di pintu darurat hotel dari AAM (Aditya).

Baca juga:   CNR Dampingi SVR Mendaftar Bakal Calon Gubernur 2020 - 2025 Di Partai Golkar Sulut

Usai AAM melakukan penyerahan uang kepada Sudiwardono, saat itulah tim KPK kemudian menangkap Aditya beserta ajudannya di lobi hotel, ujar  Laode.

Selesai dari sana tim KPK langsung memeriksa kamar hotel Sudiwardono yang diketahui menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Manado, dari  sana Tim KPK menemukan uang senilai 30.000 dolar Singapura yang berada di dalam sebuah amplop putih, dan uang senilai 23.000 dolar Singapura yang berada di dalam amplop berwarna cokelat.

“Uang dalam amplop cokelat diduga sisa pemberian yang dilakukan sebelumnya,” ujar Laode lagi.

Disampaikan oleh Laode dalam OTT tersebut, tim KPK juga mengamankan 11.000 dolar Singapura yang ditemukan di mobil milik Aditya.

Sejumlah uang itu diduga bagian dari total commitment fee secara keseluruhan yang mencapai 100.000 dolar Singapura atau setara Rp 1 miliar.

Selesai melakukan OTT KPK langsung memeriksa keduanya. Adapun pemeriksaan berlangsung  selama 1×24 jam, dari hasil pemeriksaan tersebut KPK akhirnya mendapat keyakinan dan langsung menetapkan  Aditya dan Sudiwardono sebagai tersangka kasus suap.

Baca juga:   Bahas Kenaikan Tunjangan, Ferry Liando Sindir Legislator Gedung Cengkih

Dari hasilpenelusuran KPK, pemberian suap tersebut diduga untuk mempengaruhi putusan banding atas kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Boolang Mongondow yang melibatkan MMS alias Marlina yang notabene adalah ibu kandung AAM.

Adapun terdakwa  Marlina Moha Siahaan, ibu Aditya adalah mantan Bupati Boolang Mongondow dua periode, 2001-2006 dan 2006-2011.

Kepada Aditya sebagai pihak yang diduga pemberi suap adalah Pasal 6 Ayat 1 Huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 Huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Sudiwardono sebagai penerima suap disangkakan Pasal 12 Huruf a atau b atau c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments