Herkis Mundur, Managemen Sulut United Beberkan Alasan Penunjukan Ricky Nelson

Ricky Nelson Dengan Gaya Khasnya Yang Selalu Memakai Setelan Jas Lengkap  Saat Membawa Timnya Dalam Suatu Pertandingan.

Manadoaktual.com- Menindaklanjuti pengunduran diri Herry Kiswanto , manajemen Sulut United bergerak cepat mencari pengganti pelatih kawakan tersebut.

Pilihanpun jatuh pada pelatih muda penuh potensi Ricky Nelson pelatih muda yang baru berusia 39 tahun yang pernah mengantarkan Borneo FC B menjadi runner up Piala Presiden 2017.

Managemen Sulut United saat dikonfirmasi terkait penunjukan Ricky Nelson dijawab oleh M. Ridho Sekretaris Tim Sulut United bahwa dari beberapa pelatih yang presentasi didepan hanya Ricky Nelson yang pasang target bertahan di Liga 2.

“Target kita yang paling realistis adalah bertahan di Liga 2. Terkait kenapa coach Ricky Nelson yang dipilih karena dari banyak kandidat yang sudah presentasi didepan Manajemen, Coach Ricky yg bisa menargetkan Sulut United bertahan,”tukas Ridho

Tak banyak yang tau sepak terjang pelatih muda ini, berikut beberapa fakta menarik dari Ricky Nelson.

– Ricky Nelson lahir di Kupang, 25 Juli 1980. Sebelum direkrut managemen Sulut United menggantikan Herry Kiswanto dirinya pernah menjadi direktur tim junior Borneo FC dan juga menjadi pelatih Borneo FC di Piala Presiden 2017, ia juga pernah menangani klub Divisi Utama, Villa 2000.

Baca juga:   Merajuk, Pelatih Bambang Sumantri Katakan Partai SU Kontra Persatu Tuban Bagus Secara Non Teknis

– Ricky Nelson juga sempat tercatat masuk ke dalam staf Direktur Teknik PSSI di bawah tanggung jawab Danurwindo.

– Sebelum menekuni dunia kepelatihan, Ricky Nelson pernah menjadi agen pemain asing yang bekerja untuk Indo Bola Mandiri. Salah satu pemain yang pernah dibawanya adalah Mustafic Fahrudin, pemain asal Singapura, yang pada 2009 dibawa ke Persija Jakarta. Selain itu ada M Ridhuan hingga Noh Alam Shah di Arema Indonesia, juga pada 2009.

– Pada November 2016, Ricky Nelson terdaftar mengikuti kursus lisensi pelatih A AFC di Singapura. Kursus itu diselenggarakan Federasi Sepak Bola Singapura (FAS). Bersama Ricky Nelson ada 21 peserta kursus lainnya. Selain pelatih lokal Singapura dan Ricky Nelson dari Indonesia, kursus itu juga diikuti pelatih dari Jepang, Malaysia, Inggris, hingga Belgia.

– Salah satu yang menonjol dari penampilan Ricky Nelson adalah selalu memakai jas ketika mendampingi timnya bertanding. Kebiasaan itu selalu dilakukannya sejak masih menangani tim Divisi Utama Villa 2000, bahkan di klub junior sebelumnya. Tanpa mempedulikan cuaca panas terik, Ricky Nelson tetap memakai jas. Hal itu dilakukannya karena ingin menghargai profesi sebagai pelatih

Baca juga:   Away Ke Ibukota Negara Baru, Sulut United Boyong 20 Punggawa Siap Tempur

– Sebagai penggiat sepak bola usia muda, Ricky Nelson merupakan pendiri Serpong City Soccer Scholl (SCSS). Peluncuran SCSS itu dilakukan pada 16 Desember 2012. SCSS mengusung motto: Better Skill, Better Football. Usia pemain yang dididik di SCSS beragam antara 5 tahun hingga 12 tahun.

Bagikan berita ini!

avatar
  Subscribe  
Notify of