Hendra Jacob Minta Kejati Sulut Terapkan Pasal Pencuciang Uang Pada Tersangka Korupsi Pemecah Ombak Minahasa Utara

Inewscrime.com – Manado – Mantan Polisi yang di Ptdh gara gara terlibat penggelapan sebagian uang BNI saat penangkapan tersangka karyawan Bank BNI, Hendra Jacob Sip. yang saat ini sudah mulai aktif bersama beberapa LSM untuk membongkar kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sulawesi Utara, mendorong Kejaksaan Tinggi sulawesi Utara itu menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap para tersangka korupsi proyek pemecah ombak di likupang Timur Kab.Minahasa Utara itu.

Menurut HJ sapaan akrabnya, hal itu penting sehingga pengembalian kerugian uang negara sebesar 8.8 sebagaimana hasil audit BPKP terkait proyek pemecah ombak di Likupang itu bisa maksimal.

“Kejati Sulut harus lebih garang lagi dalam menghadapi kasus kasus korupsi. Artinya untuk lebih garang lagi bahwa penyidik kejaksaan Tinggi Sulut harus menerapkan UU TPPU dalam kasus korupsi pemecah ombak itu. Tujuannya pertama, bahwa kerugian negara yang begitu besar itu bisa dimaksimalkan pengembaliannya, selain itu pihak pihak yang ikut menikmati uang hasil korupsi bisa terjerat.

Baca juga:   Bupati VAP Tidak Terima Namanya di Jadikan Tameng Solar Cell di Minut

Ujarnya lagi, dengan penerapan TPPU, dapat terlacak nanti pihak-pihak yang menampung uang-uang korupsi pemecah ombak likupang timur yang di laporkan oleh LSM itu “Jadi yang menampung uang-uang dari hasil korupsi itu (ketahuan siapa saja),” kan jelas petunjuknya siapa siapa saja yang menerima ujar HJ

Perlunya penerapan pasal TPPU ini, saya pikir agar mempermudah penyidik melacak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini. Tutup HJ

Diketahui, sebelumnya penyidik korupsi kejaksaan Tinggi Sulut telah memeriksa mantan kapoltabes manado Kombes Rio Permana Mandagi terkait kasus korupsi pemecah ombak likupang timur itu.

Hingga berita ini diturunkan penyidik hanya mengatakan bahwa benar mereka telah mengambil keterangan terhadap kombes RP namun tidak menjelaskan apa dan bagamana peranya sehingga oknum kombes ini namanya masuk dalam pusaran kasusb korupsi proyek pemecah ombak likupang timur kabupaten Minahasa Utara yang telah merugikan negara sebesar Rp. 8.8 Milyar.

Terpisah Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia Hanny Pantow juga meminta kepada kejaksaan tinggi Sulut untuk memproses kasus korupsi pemecah ombak di likupang timur kabupaten Mnahasa Utara yang telah merugikan negara milyaran rupiah ini dengan profesional dimana oknum oknum yang terlibat menerima aliran dana hasil korupsi itu segera di tatapkan tersangka dan di tahan tanpa pandang bulu. ” siapapun dia mau pejabat mau kontraktor jika bermental korup dan telah terindikasi kuat masuk dalam pusaran korupsi ini tangkap dan tahan mereka. ” tegas Pantouw.

Baca juga:   Prajurit TNI Nobar Bersama Masyarakat di Lokasi TMMD Ke 100 Kodim 1310/Bitung

( Roby )

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments