Hakim Keluarkan Surat Penetapan Upaya Paksa Untuk Bupati Minut VAP & Kombes Pol Rio Permana

MA – MANADO – Dikarenakan Bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan selalu mangkir dari panggilan jaksa penuntut umum yang sudah tiga kali melayangkan surat panggilan namun tak diindahkan maka majelis hakim telah mengeluarkan surat penetapan untuk dilakukan upaya paksa terhadapnya.

Tertanggal 22 mei 2018 nomor : B01/V /2018 perihal upaya paksa terhadap ara saksi. Berdasarkan permohonan jaksa penuntut umum maka majelis hakim memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi saksi yang ada dalam berita cara pemeriksaan yang telah di panggil sebanyak tiga kali tetapi tidak hadir di persidangan kasus korupsi pemecah ombak di desa likupang dua, kecamatan likupang timur, kabupaten minahasa utara agar di hadirkan di ruang sidang untuk memberikan keterangan di persidangan.

Sebelumnya terdakwa RM didepan majelis hakim memberikan keterangan bahwa ia selaku pemilik perusahaan yang saat ini sudah menjadi terdakwa menjelaskan bahwa perusahaannya PT.  MMM itu hanya di pinjam oleh bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan untuk mengerjakan proyek pemecah ombak tersebut dengan nilai kurang lebih Rp.  15 Milyar dan dirinya hnya mendapatkan fee sebesar Rp.  300 juta.

Baca juga:   Kecewa Putusan Pra Peradilan Setnov, Ini Tanggapan Hendra Jacob

RM, juga menjelaskan bahwa penandatanganan dokumen kontrak tersebut di lakukan di ruangan bupati minahasa utara dan di saksikan langsung oleh Vonie Anneke Panambunan selaku Bupati.

Usai penandatanganan dokumen kontrak tersebut Roby Maukar meninjau lokasi proyek dan ditemukanya disana saudara Decky sebagai pengawas proyek.  Ketika ditanya siapakah yang mengerjakan proyek tersebut menurut pengakuan Decky dirinya hanya di perintahkan mengawas kegiatan proyek tersebut atas perintah mantan kapolresta manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi.  ” saat saya ke lokasi proyek disitu ada Decky pengawas proyek saya kaget kenapa sudah di kerjakan sekitar 60 persen volumenya sedangkan saya baru tanda tangan kontrak decky menjawab bahwa ini perintah kombes Rio saya hanya pengawas. Tukas RM menirukan kalimat Decky.

Sejauh ini kasus korupsi pemecah ombak ini sudah 4 orang yang di tetapkan tersangka oleh penyidik kejati sulut. dan oknum Bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan dan kombes Pol Rio Permana Mandagi  yang nama mereka sering terungkap dalam sidang hingga hari ini belum memberikan keterangan di persidangan meskipun sudah tiga kali di panggil oleh Jaksa penuntut umum.

Baca juga:   Kembali, Sopir Angkot Jadi Korban Aksi Premanisme

Dengan tidak hadirnya para saksi saksi ini akhirnya Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Vincensius Banar mengeluarkan surat penetapan untuk dilakukannya upaya paksa oleh Jaksa penuntut umum guna menghadirkan mereka di depan majelis hakim.  ( red)

Bagikan berita ini!

Bank Sulutgo