Gelar Upacara HUT RI ke-72, Kasrem 131/Stg Bacakan Amanat Kasad

Manado, iNescrime – 17 Agustus 1945 mempunyai arti dan makna yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia, karena dengan proklamasi kemerdekaan itulah, perjalanan panjang perjuangan bangsa ini untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan, telah mencapai puncaknya. Perjuangan merebut, menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan itu, melahirkan nilai-nilai kepribadian dan jatidiri bangsa, yang tercermin pada sikap dan sifat keteladanan para pejuang kita, yaitu rela berkorban dan pantang menyerah dengan dilandasi tekad dan semangat pengabdian serta moralitas yang tinggi, untuk berjuang demi kejayaan bangsa dan negara kesatuan republik indonesia.

Korem 131/Santiago melaksanakan Upacara Peringatan ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI bertempat di Lapangan Makorem 131/Santiago. Kamis (17/8/17).

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, dalam amanatnya yang dibacakan Kepala Staf Korem Kolonel Inf Endro Satoto S.Ip mengatakan bahwa, upacara bendera tujuh belasan kali ini menjadi upacara yang istimewa. “Karena upacara bendera dilaksanakan di tengah bangsa Indonesia sedang mengobarkan kembali semangat kebangsaan dengan merayakan hari kemerdekaan Ke-72,” kata Kasad melalui amanatnya.

Baca juga:   Ferry Liando : Badan Anggaran DPRD Sulut Jangan Hanya Garang Di Pembahasan

Lanjut Kasad, dari gejolak situasi yang mengiringi penyelenggaraan Pilkada Serentak yang baru lalu, kita dapat memetik pelajaran bahwa ancaman terhadap Bangsa dan Negara kita telah berkembang menjadi semakin kompleks dan sulit diidentifikasi, tidak hanya ancaman militer, tetapi juga ancaman non militer. Perkembangan terorisme dan gerakan radikal kanan/kiri masih terus kita rasakan sebagai ancaman yang tidak pernah padam. Demikian pula dengan maraknya anarkisme yang seringkali mengiringi penyampaian pendapat para buruh, pemuda dan mahasiswa, tawuran antar kelompok, penyalahgunaan Narkoba, serta penyebaran pornografi dan seks bebas. Jenis ancaman tersebut di atas, walaupun tergolong sebagai ancaman non militer, namun masih relatif mudah untuk dilihat dan dirasakan, serta dihadapi. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu kita pahami juga bahwa disamping ancaman tersebut, saat ini telah semakin berkembang jenis ancaman baru.

“Ancaman ini yang lebih sulit dilihat dan dirasakan, namun memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah Negara, yaitu ancaman informasi,” lanjutnya.

Baca juga:   Prajurit Infanteri Merupakan Cerminan Jati Dirinya Sebagai Tentara Rakyat

Arus informasi yang sangat deras tersebar melalui media teknologi, telah terbukti mampu mempengaruhi cara berpikir dan perilaku manusia. Fenomena Arab Spring yang bermula dari provokasi yang tersebar lewat media sosial beberapa tahun yang lalu, merupakan bukti nyata yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran.

“Ancaman ini juga masih mempengaruhi situasi psikologis Bangsa Indonesia, sebagai akibat dari perang informasi melalui media sosial selama dan pasca pelaksanaan pilkada lalu, yang dilancarkan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Bangsa Indonesia,” ujar Kasad sembari menambahkan, “Tentunya, pengalaman tersebut merupakan pelajaran berharga tentang semakin besarnya potensi ancaman informasi terhadap kedaulatan Negara,” terang Jenderal TNI Bintang Empat ini.

Selain itu, Kasad menambahkan, maraknya peredaran Narkoba juga merupakan ancaman yang nyata bagi kedaulatan Negara kita.

“Saat ini Indonesia berada pada kondisi Darurat Narkoba. Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi serta keamanan dan kedamaian Indonesia,” tambahnya

Mulyono pun menekankan kepada para prajurit dan PNS TNI AD agar menjauhi pelanggaran terhadap penyalahgunaan Narkoba.
“karena TNI AD telah menyatakan untuk perang terhadap Narkoba,” tegas Kasad.

Baca juga:   Gandeng KBT, Korem 131/Stg Serukan Pencegahan Berita Hoax dan Bahaya Narkoba

Oleh sebab itu, sudah sewajarnyalah apabila pada kesempatan yang berbahagia ini, sejenak kita menundukkan kepala, guna memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pendahulu kita, yang telah berjuang merebut, menegakkan dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan negara dan bangsa indonesia, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, termasuk mengorbankan jiwa dan raganya.
(tsir)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments