Felly Runtuwene Soroti Angka Pengangguran Di Sulut Capai 7,18 persen

Foto: Felly Runtuwene

DEPROV, Manadoaktual.com – Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BadanPemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk tahun anggaran 2017 Kepada Pemerintah Propinsi (Pemprov) Sulut mendapat tanggapan legislator Sulut Felly Runtuwene terutama beberapa catatan yang menjadi perhatian Pemerintahan OD-SK dimana  tingkat pengangguran di Sulut meningkat tajam  yakni 7,18 persen atau diatas rata-rata nasional yakni 5,50 persen.

Menurut Politisi Nasdem ini, berbagai perkembanganyang dicapai Pemprov Sulut dengan adanya peningkatan ekonomi,  jumlah penurunan angka kemiskinan serta  IPM (Indeks Pembangunan Manusia) berbanding terbalik dengan angka pengangguran yang tinggi.

“ Saya bukan ahli statistik tapi dari penyampaian LHP dari BPK tadi ada sesuatu yang tidak pas menurut saya dari angka-angka per tumbuhan yang dicapai Pemerintah Propinsi  Sulut.  Sementara beberapa hal bisa ditekan tapi kok angka pengangguran naik tajam seperti itu, saya juga penasaran kenapa seperti ini. “ ujarnya kepada wartawan  di ruang kerjanya Selasa (5/6-2018).

Diketahui dalam Laporan HasilPemeriksaan (LHP) yang disampaikan melalui rapat Paripurna DPRDSulut Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis mengungkapkan bahwa pencapaian opini WTP untuk keempat kalinya secara berturut-turut oleh Pemprov Sulut diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sulut.

Baca juga:   KPU Provinsi Sulut Gelar Rapat Konsolidasi Terpadu Di BMR

“Tujuan akhir WTP adalah meningkatnya kemakmuran rakyat. Seperti di Sulut, perekonomian tumbuh sebesar 6,68 persen, jumlah penduduk miskin turun menjadi 8,10 persen dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai 71,05. Semuanya ini di atas rata-rata nasional,” katanya

(Olvi)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments