Dugaan Pemukulan Ojol Hoax, Kapolsek Ingatkan Ojol dan Opang Tidak Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Foto: Kapolsek Tikala Saat Memberi Pengarahan Pada Para Anggota Ojek Online dan Pangkalan.

MANADOAKTUAL.COM- Dugaan pemukulan yang dilakukan oleh anggota ojek pangkalan Liwas pada salah seorang anggota ojek online (Grab) yang sempat viral pada senin (20/1-2020) ternyata hanyalah informasi hoax belaka.

Hal tersebut terungkap saat mediasi antara Ojol (ojek online) dan Opang (ojek pangkalan) Paal 2 dan Liwas di kantor Polsek Tikala yang diinisiasi oleh Kapolsek Tikala AKP Bhartolomeus Dambe.

“Sampai hari ini tidak ada pihak yang melapor terkait pemukulan tersebut,”kata Kapolsek pada Manadoaktual.com (rabu,22/1-2020)

Foto: Suasana Mediasi Dalam Ruangan Kapolsek

Dalam mediasi yang dihadiri oleh perwakilan dari aplikator Grab dan Gojek beserta komunitas dan pengurus pangkalan ojek Liwas dan Paal 2, Kapolsek Bhartolomeus Dambe mengingatkan agar kedua belah pihak mampu menahan diri dan menghargai kesepakatan yang sebelumnya pernah disepakati oleh kedua pihak pada tahun 2017.

Terungkap pula dalam mediasi tersebut bahwa pihak opang menyesalkan karena sampai saat ini masih ada pihak ojol yang tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Baca juga:   Permalukan DPRD Sulut,Edwin Lontoh Mengaku Pakai Narkoba Selama Dua Tahun

Namun disisi lain pihak ojol berdalih hal itu terjadi karena ada anggota ojol dari luar area manado yang tidak mengetahui kesepakatan 2017 tersebut.

Sementara itu dari pihak ojol mengeluhkan terkait beberapa peristiwa penghadangan dan pengambilan helm bahkan pemukulam yang kerap dialami oleh ojol.

Namun hal tersebut disanggah oleh pihak ojek pangkalan yang diwakili oleh Jefry oroh ketua pangkalan ojek Liwas yang mengatakan bahwa kalaupun hal ada ojol yang dicegat dan diambil helmnya dirinya selaku ketua pangkalan ojek di Liwas selalu berkomunikasi dengan pihak ojol dan langsung menyelesaikan masalah, “tukas Jefry.

Senada dengan Kapolsek, IPDA Ruddy Walangitan mewakili Kasat Lantas Polresta Manado mengingatkan pada kedua belah pihak bahwa masalah antara ojol dan opang kuncinya ada pada komunikasi.
“pihak aplikator grab harus komunikasikan ke anggota terkait kesepakatan 2017 dengan pangkalan ojek Liwas begitu juga sebaliknya pihak ojek pangkalan harus bisa menahan diri dengan tidak melakukan hal hal yang bisa berdampak hukum,”ujar IPDA Ruddy Walangitan.

Baca juga:   HJ : Kapolda Sulut Harus Pecat Personil Polda Sulut Pelaku Amoral

Setelah mendengar semua keluhan dari kedua belah pihak, Kapolsek Tikala AKP Bhartolomeus Dambe SH akhirnya berkesimpulan bahwa masalah ini akan diselesaikan setelah ada kesepakatan dan poin poin yang nantinya akan disepakati oleh pengurus ojek pangkalan dan aplikator ojek online.

Selain itu Kapolsek juga mengingatkan pada kedua belah pihak untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum dan tidak terlalu cepat menyebarkan informasi sebelum mengetahui pasti kebenarannya.

Usai mediasi didalam kantor, Kapolsek menjumpai para anggota ojek pangkalan dan ojek online yang berada diluar kantor menunggu hasil mediasi.

Hal yang sama yang telah disampaikan Kapolsek pada para pengurus aplikator dan komunitas grab dan gojek juga disampaikan Kapolsek pada para ojol dan opang yang menunggu diluar dan berjanji dalam waktu dekat akan mengambil keputusan terkait masalah tersebut.

Usai penyampaian dari Kapolsek para anggota ojol dan opang bubar dan kembali ke aktifitas masing masing.

Diketahui, sebelumnya pada tahun 2017 di Polsek Tikala telah terjadi kesepakatan antara pihak ojek pangkalan dan ojek online dimana beberapa poin diantaranya adalah ojek online hanya bisa mengantar atau order makanan serta tidak bisa mengambil penumpang di wilayah pangkalan ojek liwas dan Paal 2. (Robby)

Baca juga:   Oknum Anggota Polisi Diringkus Bawa Sabu, Akui BB Didapat Dari Makassar

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments