Dugaan Kong kalingkong Oknum Penyidik Kejati Sulut di Kasus Korupsi Pemecah Ombak Minut

MANADO, Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Pemecah Ombak di Likupang Kabupaten Minahasa Utara yang merugikan negara Rp 8,8 miliar jalan di tempat. Bahkan tercium aroma perbedaan pendapat antar Penyidik Kejati.

Sumber Inewscrime.com ┬ádi Kejati Sulut mengungkap, adanya peran dominan dari salah satu Penyidik Kejati Sulut. “Ada oknum Penyidik Kejati Sulut yang menghalang-halangi penetapan status Tersangka terhadap Pelaku Utama kasus ini. Terkesan ada main mata. Oknum Penyidik itu yang bersikeras jika Pelaku utama ini tidak ditetapkan Tersangka,” jelas Sumber yang minta tidak menyebutkan namanya.

Lanjut Sumber, peran oknum Penyidik Kejati Sulut sangat dominan untuk menghindarkan Pelaku utama sebagai Tersangka. “Yah, oknum ini terkesan menutup langkah penetapan Tersangka pada Pelaku utama,” beber Sumber lagi.

Sebelumnya, Tonaas Wangko LMI (Laskar Manguni Indonesia) mengatakan, kasus korupsi pemecah ombak Likupang Timur yang telah merugikan negara Rp.8,8 milyar itu telah menjadi perhatian masyarakat Sulut. “Memang benar pihak Kejati Sulut telah menetapkan dan menahan 3 orang tersangka atas proyek tersebut, namun kami menganggap hal itu tidak tuntas sebab tidaklah mungkin kerugian negara begitu besar hanya di makan oleh 3 orang itu. Kami memiliki bukti pengakuan dari salah satu tersangka bahwa dirinya terjebak dalam proyek tersebut,” jelasnya. ( bob)

Baca juga:   Astaga !!! Jubir PT Sino Road dan PT Hutama Karya Cegat Wartawan Saat Liputan

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments