Dua Terduga Teroris Tewas dalam Baku Tembak di Bima

INewsCrime.Com-Anggota Densus 88 membawa seorang terduga teroris (tengah) saat digelar rekonstruksi di Bandung, Jawa Barat, 26 Oktober 2017.

Dua terduga teroris tewas dalam kontak tembak dengan tim Densus 88 Antiteror Polri di pegunungan Mawu Rite, perbatasan Kota Bima dan Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 30 Oktober 2017.

Polisi masih mengejar dua orang lain, yang berhasil meloloskan diri dalam pengepungan itu, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Menurutnya, kontak senjata itu terjadi sekitar pukul 9.45 WITA saat Densus 88 mengejar empat terduga teroris bersenjata api.

“Anggota kita masih mengejar dua orang lain. Sementara dua orang yang meninggal dunia belum kita ketahui identitasnya,” kata Martinus kepada BeritaBenar.

Martunis juga belum bisa menjelaskan lebih detil kronologi insiden baku tembak antara tim Densus 88 antiteror dan kelompok terduga teroris itu.

Namun dia memastikan mereka merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Munandar, tanpa memberikan detil siapakah Munandar tersebut.

Baca juga:   Diskominfo Kotamobagu Siarkan Secara Langsung Debat Publik Paslon Putaran Ke-Dua

“Pelaku diduga yang melakukan penembakan terhadap anggota Polri di Bima,” kata Martunis merujuk pada peristiwa penembakan polisi di Bima pada 11 September lalu.

Dalam insiden itu, dua anggota Polres Bima Kota menderita luka-luka setelah ditembak usai mengantar anak mereka ke sekolah di dua lokasi berbeda.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan, kedua korban tewas itu berkaitan dengan kelompok militan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berbasis di Poso, Sulawesi Tengah.

“Tersangka menerima perintah dari Santoso untuk melakukan aksi teror di Bima,” ujar Setyo seperti dikutip dari laman Kompas.com. Santoso atau Abu Wardah adalah pimpinan MIT yang tewas dalam kontak senjata dengan pasukan TNI di pedalaman Poso, 18 Juli 2016 lalu.

Menurut Setyo, kedua terduga teroris yang tewas bernama Amir alias Dance dan Yaman. Dari kedua korban, polisi menyita senjata api rakitan.

(Arjuna)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Baca juga:   Pemkot Kotamobagu Kembali Terima Penghargaan Dari Pemerintah Pusat
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments