DRA.HELMI ROTUA BUTAR-BUTAR BERHARAP PENUH KEPADA HAKIM KETUA BAPAK AGUNG PURBANTORO UNTUK MENGABULKAN DAN MEMBERIKAN PENANGGUHAN ATAS KAKAK NYA, AGUS BUTAR-BUTAR DAN ISTRINYA JUNIAR…..

Jakarta, Manadoaktual.com – Pasangan lansia agus butar butar SH. (54 thn.) Dengan istrinya juniar (57 thn.) Akan kembali di gelar sidang pada hari senin Tgl 13-april-2020 di Pengadilan negri jakarta utara.
Bedasarkan keterangan saksi 1,2,3 dan 4. Yang menyatakan tidak melaporkan, tidak mengenal, tidak ada hubungan saudara, tidak ada hubungan pekerja’an, tidak pernah bertemu dan tidak perna mengerahui pekerjaanya agus butar butar SH.
Maka tuduhan atas sangkaan pasal 264/266 jo pasal 55 kuhp. Di yakini Dra.Helmi rotua butar-butar, tidak akan membuktilan kakaknya agus butar-butar bersama istrinya bersalah

Dan juga memperhatikan ke ada’an dan kondisi virus corona Civid 19 yang sa’at ini merebak sangat cepat sedangkan kakanya agus butar-butar dan istrinya juniar sudah LANSIA dan sangat rentan sekali terhadap penyakit tersebut.

Dra.Helmi rotua butar-butar telah mengajukan jaminan penanguhan tahanan atas kakak nya agus butar-butar SH. Yang suratnya di tunjukan kepada majlis hakim dengan ketua sidang hakim ketua, agung purbantoro SH.MH. dimana dra.helmi rotua butar-butar yakin dan percaya kepada pak hakim agung purbantoro untuk mengabulkan penangguhan terhadap agus butar butar dan istrinya juniar.

Dan Lasman Siahaan SH, MH Pengamat Hukum Projustisia meminta PN Jakut.
Untuk segera dapat dikabulkan permohonan penangguhan penanhanan Agus butar-butar dan istrinya juniar, oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara.
Pasalnya, penangguhan penahanan selain mendukung imbauan pemerintah dalam menghindari penularan virus Corona, juga didasarkan tidak adanya saksi-saksi a charge atau memberatkan yang mendukung surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), ” ujar Lasman Siahaan SH,MH.

Baca juga:   Ruwetnya Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu

Sementara Ketua Umum LSM Pesdam, Bachrudin juga menyatakan penangguhan itu merupakan langkah hukum yang tepat. Bahkan ia menyayangkan adanya dugaan penanganan perkara yang tak seharusnya menjadi perkara hukum, namjn harus dijalani di meja hijau. “Kalau saya cermati, kasus pasangan lansia ini terkesan sangat dipaksakan yang seharusnya selesai dalam mediasi keluarga, namun kenapa sampai ke meja hijau. “Jelas Bachrudin ketika ditemui di kantornya, Minggu (5/4/2020).
Penangguhan yang dilayangkan oleh pihak keluarga dikatakan Bachrudin sangat tepat, selain kasus yang mendera pasangan lansia ini dinilai cacat hukum dan tak kuat dengan bukti-bukti yang ada, terlebih adanya wabah virus Corona covid-19 yang kian merebak.

“Kalau saya liat dan kaji, bukti-bukti yang dihadirkan dipersidangan tidak mengarah keunsur yang dituduhkan JPU, bahkan fakta-fakta persidangan jelas tak mendukung adanya tuduhan pasal 264/266 KUHP dan Juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Terlebih wabah virus Corona Covid-19 yang kian menyebar mengingat usia Agus Butar Butar dan Juniar tergolong Lansia. “Beber Bachrudin.Kasus ini unik karena beberapa hal, antara lain Agus Butarbutar sebagai suami Juniar saat ini ikut diseret ke pengadilan sebab diduga ikut serta dalam tindak pidana yang disangkakan kepada istrinya. Sesuatu yang absurd bagi seseorang suami ikut terlibat membuatkan surat nikah istrinya dengan lelaki lainnya, dengan dalih apapun juga.Keunikan lainnya adalah karena pernikahan antara Juniar dengan almarhum Basri Sudibyo benar-benar pernah terjadi sebagai fakta. Hal itu dibuktikan dengan adanya prosesi pernikahan melalui pemberkatan pernikahan di sebuah gereja oleh seorang pendeta. Namun, diklaim sebagai nikah palsu.
Menanggapi kasus tersebut, Wilson Lalengke yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 menyayangkan tentang konflik keluarga itu masuk ke ranah pengadilan. “Sebenarnya, kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak harus menyisakan penderitaan kepada setiap pihak yang sebenarnya punya pertalian kekeluargaan itu,” ujar Wilson di Jakarta kepada pewarta media ini, Minggu, 5 April 2020.
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga (PPWI) itu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pola penyelesaian persoalan keluarga semacam ini oleh aparat penegak hukum. “Polisi sebenarnya harus juga berfungsi sebagai mediator dalam kapasitasnya sebagai pelayan, pengayom, pelindung, dan penolong masyarakat. Bukan justru menjadi provokator dan membantu menjerumuskan warga yang berkonflik ke dalam situasi yang makin sulit. Ketika persoalan masuk ke meja hijau, apapun hasilnya, keretakkan hubungan kekeluargaan antara anggota keluarga itu sudah terjadi dan makin merusak,” beber lulusan pasca sarjana Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, ini

Baca juga:   Nasli: Jika Shelter Selesai Dibangun, BRT Siap Dioperasikan

Pertimbangan penangguhan Agus butarbutar dan istrinya Juniar lainnya, karena keduanya sudah lansia, berumur diatas 54 tahun. Tentunya pada usia-usia tetsebut sangat rentan terserang penyakit corona. Apalagi keduanya harus bekerja menghidupi keluarganya.

“Saya dan istri yang sudah lansia dan rentan terserang wabah corona ingin bersama keluarga agar bisa mengawasi anak-anak saat merebaknya virus corona ini, berharap Ketua PN Jakarta Utara dapat mengabulkan penangguhan penahanan kami. Dan kami pun siap menjalani pemeriksaan dengan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan di pengadilan, kooperatif mengikuti persidangan,” mohon Agus.
Di bagian akhir, Agus menegaskan, dia dan istrinya Juniar sama sekali tidak berkeinginan menguasai aset atau warisan Basri Sudibyo di luar yang diberikan almarhum kepada Juniar. Sedangkan Agus dan Juniar hingga sekarang masih berstatus sebagai suami istri, sudah merasa sama-sama tua Sehingg tidak berniat menguasai apapun yang bukan hak mereka.

Akhir kata ucap Dra.Helmi rotua Butar-butar. Mohon ketua majelis Bapak Agung purbantoro SH.MH. Untuk mengabulkan penangguhan kakak saya Agus butar-butar SH. Dan istrinya Juniar pada sidang Hari senin tgl 13-april-2020 sebelum nya di ucapkan terima kasih………
Rilis

Baca juga:   Sunanto : Carilah Pemimpin Yang Bisa Membangun Kerukunan Dan Berbangsa

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments