Djunaedi: Reforma Agraria Bolmong Terus Mengalami Peningkatan

KOTAMOBAGU. MA.- Sektor kehutanan menjadi objek utama dalam reforma agraria di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sebab teridentifikasi setiap tahun terus mengalami peningkatan.
Seperti yang disampaikan Kepala Plh KPHP Unit 1 Bolmong – Bolmut,  Ahmad Djunaedi, S.Hut dalam Rapat Koodinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) 2019 yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Rabu (31/7/2019)
“Pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kawasan hutan sebagai objek reforma agraria mencapai 8,15 juta hektar. Dan dalam pemerintahan era Jokowi, kawasan hutan yang akan menjadi objek reforma agraria meningkat menjadi 16,8 juta hektar, ” Kata Ahmad Djunaidi. S.Hut.

Dihadapan peserta Rajir, Ahmad Djunaedi menjelaskan, pemanfaatan sektor kehutanan dalam reforma agraria dapat dilakukan dengan redistribusi lahan hutan dan pemberian izin pengelolaan hutan. “Yang tentunya, dedistribusi lahan dapat dilakukan dengan membagikan lahan di dalam kawasan hutan kepada masyarakat sebagai hak milik, serta mekanisme perizinan memberikan jaminan bagi masyarakat (perorangan maupun kelompok) untuk mengelola hutan atau kawasan hutan. Kemudian  contoh program pemberian izin pengelolaan adalah Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Kemasyarakatan(HKm) dan Hutan Desa(HD). ” Jelas Djunaedi.
Lanjutnya, Redistribusi lahan dan maupun pemberian izin pengelolaan hutan diutamakan diberikan kepada masyarakat sekitar hutan. Mayoritas masyarakat tersebut memiliki tingkat kesejahteraan rendah dan sangat tergantung terhadap hutan dan kawasan hutan. Jadi kawasan hutan selain menjadi obyek, juga menyediakan subyek (masyarakat) dalam reforma agraria,”
Kesempatan ini juga Ahmad Djunaedi menegaskan bahwa subyek dalam reforma agraria tidak hanya masyarakat sekitar kawasan hutan, masyarakat miskin atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang jauh dari hutan namun bersedia menempati dan mengolah tanah hutan juga menjadi subyek reforma agraria sesuai dengan tujuan reforma agraria untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi, reforma agraria adalah upaya sistematis, terencana dan dilaksanakan dalam waktu yang singkat, untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial serta menjadi jalan pembuka masyarakat baru yang demokratis dan berkeadilan yang dimulai dengan menata ulang penguasaan, pemilikan dan pemanfaatan tanah dan menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan produktivitas masyarakat khususnya perekonomian rakyat.” Pungkas Ahmad Junaedi . (DIX)’

Bagikan berita ini!

Baca juga:   Danlantamal VIII : Bukan Hanya Segi Keamanan, Pos AL Diharapkan Dapat Menumbuhkan Ekonomi Serta Sumber Daya Maritim
avatar
  Subscribe  
Notify of