Di Pimpin Letkol (Inf) Syaiful Parenrengi, Kodim I301 Sangihe Cetak Delapan Puluh Hektar Sawah Di Sangihe

Suasana Saat Penanaman Padi Oleh Forkab Sangihe Di Atas Sawah yang di Cetak Oleh Prajurit 1301 Sangihe.

Sangihe, INewscrime.com– Sebagai Institusi Negara yang notabene bertugas menjaga kedaulatan negara TNI AD ternyata tidak hanya bertanggung jawab dengan keamanan dan kedaulatan negara.

Beberapa program strategis TNI tenyata bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti yang di lakukan oleh Kodim 1301 Sangihe yang dipimpin oleh Letkol (Inf) Syaiful Parenrengi.

Di temui di Rumah dinasNya di Kelurahan Bungalawang Sangihe beberapa waktu yang lalu, Perwira yang punya selera humor tinggi ini memaparkan bagaimana TNI AD melaksanakan program percetakan sawah baru di beberapa desa di Kepulauan Sangihe.

Di katakan olehNya bukan hal yang mudah untuk mencetak sawah baru dengan kontur Sangihe yang di kelilingi oleh perbukitan. Kalaupun ada tempat yang rata kondisinya berawa rawa. Namun dengan semangat dan tekad ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sangihe. TNI mampu mencetak sawah yang baru walaupun kondisinya harus dikerjakan secara manual.
“Karena kondisi tanah yang berawa rawa alat beratpun sampai tertanam ketika coba mengeruk lumpur yang dalamnya bisa mencapai delapan meter, tapi Alhamdulillah walaupun dengan tenaga manual dengan mencangkul prajurit kami bisa mencetak sawah sawah sekitar 80 hektar yang baru di beberapa tempat di Sangihe seperti di Naha dan Laine serta beberapa desa di Tabukan Utara ,” tukas Putra Bugis ini.

Baca juga:   Dandim Sangihe : Kodim Siap Amankan Jalannya Pilkada di Kabupaten Sitaro

Tak hanya sampai disitu saja setelah mencetak sawah yang baru TNI juga terus memberi pendampingan pada para petani hingga mereka melakukan panen perdana.
” Setelah panen perdana baru kami lepas mereka secara mandiri, tidak mungkinlah didampingi terus, “ujar Dandim sambil tersenyum.

Pada kesempatan tersebut Dandim berpesan pada Masyarakat Sangihe  untuk merubah mindset menjadi petani tangguh bukan petani tunggu.
“Sawah kan harus rajin dibersihkan,di bajak dan dialiri air dan diperbaiki pematangnya jadi di butuhkan ketangguhan untuk mendapatkan hasil yang lumayan tapi hanya dalam waktu sekitar 3 bulan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar banding dengan Kelapa yang harus menunggu 6 Bulan dengan harga yang sangat murah pula. Begitu juga pala dan cengkeh yang sifatnya musiman dan harga terus berubah ubah,”tukasnya.

Di bagian akhir dirinya berpesan bahwa TNI akan melakukan apapun untuk kemakmuran rakyat dengan Tulus dan ikhlas sepanjang masyarakat juga mau bersinergi dengan TNI sebagaimana semboyan TNI Bersama Rakyat Kuat,”tutupnya. (Robby)

Bagikan berita ini!

Bank Sulutgo