CATUR DAN TTS HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN LANSIA

MANADOAKTUALCOM- Demensia merupakan gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Gangguan ini muncul karena adanya beberapa penyakit atau kondisi tertentu, sehingga menjadi kumpulan gejala awal perubahan kepribadian dan tingkah laku.

Ada beberapa penyebab penyakit Demensia. Namun, Alzheimer mendominasi dengan melahirkan 50-75% kasus penyakit ini. Alzheimer dapat dikatakan sebagai penyakit yang menyerang otak secara langsung dengan timbulnya endapan protein abnormal di seluruh otak, sehingga neuron sehat mulai berhenti berfungsi, kehilangan koneksi dengan neuron lain, kemudian mati

Lantas apa bisa dilakukan pencegahan? Tentu, dengan melakukan senam otak dan latihan kognitif.
Senam otak merupakan gerakan sederhana dan bermanfaat untuk mengaktifkan kerja otak secara menyeluruh. Sedangkan latihan kognitif salah satu jenis psikoterapi, yang mengombinasikan terapi perilaku dan terapi kognitif. Kedua latihan tersebut bertujuan mengubah pola pikir dan respons, dari negatif menjadi positif.
Dari fakta tersebut, penulis menilai bahwa mempertahankan keaktifan mental melalui kegiatan merangsang otak merupakan sebuah cara efektif mengurangi tingkat alzheimer pada lansia.

Baca juga:   Tim BKP Provinsi Sulawesi Utara Monev Hospital Furniture RSUD Kotamobagu

Kegiatan merangsang otak itu bisa berupa bermain catur. Bermain catur cocok untuk mempertahankan keaktifan mental karena pada saat bermain, otak dituntut terus berpikir sehingga tetap aktif dan mampu mengatasi perubahan alzheimer. Tidak hanya itu, catur baik dalam memperbaiki kemampuan motorik pada lansia yang terserang stroke atau cedera kepala akibat kecelakaan. Aktivitas memindahkan buah catur ke berbagai arah sesuai aturan langkahnya sangat baik untuk memperbaiki kemampuan motorik.
Kini berbagai penelitian telah membuktikan bahwa Teka-teki silang (TTS) dapat mencegah demensia dan alzheimer. Kaum usia lanjut yang rutin mengerjakan Teka-teki silang (TTS) atau melakukan permainan mengasah otak lainnya lebih rendah risiko mengalami kerusakan otak dan gangguan memori di banding mereka yang tidak pernah atau jarang bermain Teka-teki silang (TTS).
Jadi, tunggu apalagi? mari cegah alzheimer dengan main catur dan isilah Teka-teki silang (TTS) untuk mengasah otak.

Penulis : Melinia Maria Damare
Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Delassale. 

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Baca juga:   Felly Runtuwene gelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE Obat dan Makanan

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments