Bupati Tetty Paruntu Mou dengan investor serabut kelapa.

Amurang, Manadoaktual.com – Bertempat di Sutanraja Hotel Amurang, pada Senin, 10 Desember 2018, Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu SE, mengadakan penanda-tanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor yang bergerak dibidang pengelolaan serabut kelapa, yakni PT. Rekadaya Multi Adiprima.

Yang dihadiri langsung oleh Direktur PT.Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya, dan langsung mempresantasikan profil perusahaannya, dimana perusahaan tersebut bergerak dibidang pengelolaan limbah-limbah industri, untuk dijadikan suatu produk yang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya yakni serabut kelapa yang bisa diolah dan diproduksi menjadi jok mobil, spring bed, dan berbagai produk lainnya yang berbahan baku sabut kelapa.

“Sabut kelapa ini bisa menjadi bahan baku pembuatan sparepart kendaraan seperti moult, bak kendaraan truck ataupun doublecabin MercedezBens, dan berbagai produk lainnya,” kata Farri.

Ia pun menambahkan, Memilih Kabupaten Minahasa Selatan, karena ketersediaan bahan bakunya cukup banyak, serta juga berkat inovasi dari Sang Bupati yang cerdas, untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa, menjadi suatu nilai ekonomi yang tinggi, yang akan berdampak pada petani kelapa di Minahasa Selatan.

Baca juga:   Pengejaran Lintas Batas, Buser Polres Minsel sikat Residivis Curanmor

Sementara itu Bupati Tetty Paruntu mengatakan bahwa Minahasa Selatan punya potensi untuk adanya perusahaan dibidang serabut kelapa tersebut, dikarenakan ketersediaan bahan baku yang cukup, dimana kehidupan masyarakat Minahasa Selatan sekitar 60% bergantung dari tanaman kelapa.

“Kita punya potensi untuk itu, dimana Minahasa Selatan merupakan salah satu sentra Kelapa du Sulawesi Utara, dengan luas yang mencapai kurang lebih 46.973 Hektar, bahan baku sabut kelapa akan mudah dikumpulkan, dan ini menjadi salah satu solusi ketika harga komoditi Kopra turun, seperti saat ini, masyarakat tidak hanya bergantung pada Kopra, tapi juga sabut kelapa, yang kita anggap tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, nantinya setelah adanya perusahaan tersebut, sabut kelapa akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat petani kelapa,” Ucap Bupati Tetty Paruntu.

Ini merupakan salah satu wujud nyata dari Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dalam berjuang dan mencari solusi bagi kesejahteraan petani kelapa di Minahasa Selatan, yang pada umumnya, hanya bergantung pada komoditi Kopra, dan buah kelapa itu sendiri.

Baca juga:   Diduga Sakit Hati Putus Cinta, Seorang Remaja Putri Warga Amurang Barat Nekat Gantung Diri.

“Ini merupakan satu inovasi baru, masyarakat nantinya juga akan merasakan dampaknya, dan hal-hal yang baru nanti akan diterapkan oleh perusahaan, untuk kesejahtraan masyarakat Minahasa Selatan, ayo.. Kita berinovasi, kita bekerja,” kata Bupati peraih segudang Award ini.

Acara ini pun dihadiri oleh para Kepala SKPD dan Para Camat.

(Marsel.Tiow)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments