Astaga !!! Jubir PT Sino Road dan PT Hutama Karya Cegat Wartawan Saat Liputan

Airmadidi,inewscrime.com -Pertemuan yang di gelar PT Sino Road dan PT Hutama Karya dengan tiga (3) subkon yaitu CV Aurelio,PT Angkasa Wastu Pratama (WAP) dengan PT Borneo Celebes Internasional (BCI) yang dikawal oleh Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto lengkap dengan seluruh personil Polsek Airmadidi,membuat para kuli tinta alias jurnalis geram dengan perlakuan yang di tunjukkan oleh Pak Ramly yang merupakan Juru Bicara (Jubir) dari PT Sino Road,Senin (02/10).

Pasalnya saat melaksanakan tugas peliputan di lokasi kantor tempat pertemuan antara PT Sino Road dan PT Hutama Karya di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat,para awak media dicegat oleh Ramly Juru Bicara PT Sino Road yang sedang memimpin rapat dan memberikan penjelasan tentang pencairan dana tiga Subkon di depan ratusan orang yang mengikuti pertemuan tersebut.Dengan nada tinggi,Ramly membentak para awak media yang masuk meliput pertemuan yang digelar PT Sino Road dan PT Hutama Karya.

“Kalian ini siapa,” tanya Ramly kepada awak media dengan suara lantang.

Baca juga:   Diduga Ada Kong Kalingkong Pengurusan Ijin Tambak Udang, Warga Demo

Kapolsek Airmadidi yang hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan pada Ramly bahwa mereka adalah wartawan,bukan melanjutkan penjelasannya,Ramly malah meminta legalitas dan identitas dari para awak media.

“Oh kalian wartawan,mana surat tugas kalian,” ujar Ramly sang Jubir.

Perlakuan Juru Bicara PT Sini Road kepada wartawan membuat salah satu anggota jurnalis senior di Forjubir Minut yang ikut meliput dalam kegiatan tersebut angkat bicara.

“Anda itu apa dan siapa berani lancang meminta legalitas kami” ujar Fecky Mamahit.

Lanjut Fecky “Dia ini siapa, kemarin-kemarin kami meliput disini, dia belum ada. Baru dia dalam acara demo dan pertemuan sebagai tindak lanjut dari unjuk rasa itu yang meminta surat tugas pada wartawan,”.

Melihat situasi bakal tegang antara wartawan dengan pihak PT Sino Road-HK karena ulah Ramly, Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto mediator kedua pihak langsung masuk dalam substansi pertemuan.

“Kamu lanjutkan saja penjelasan, jangan urus rekan-rekan wartawan, sebab mereka sedang bertugas,” ajak Susanto.

Mediasi kedua belah pihak pun oberlanjut. Ramly melanjutkan penjelasannya, sedangkan para wartawan meliput, sampai Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto memutuskan, baik pihak developer maupun 3 subkon, hari Jumat (3 Oktober 2017), akan adakan pertemuan lagi ke tahap pembayaran dan pembahasan lainnya.

Baca juga:   Polres Tomohon "Tanam Pohon Penghijauan"

Ketika disepakati untuk menggelar pertemuan lanjutan pada Jumat nanti, Ramly sempat mengemukakan saran bahwa wartawan sebaiknya tak usah dihadirkan.

Penyampaian Ramly itu sontak mendapat tanggapan pedas dari wartawan Minut. Siapa saja yang mencoba menghalang-halangi pers maupun aktivis LSM dalam mengemban tugas merangkum informasi keterbukaan publik, akan berhadapan dengan hukum.

“Jumat nanti, kami Wartawan Forjubir Minut akan hadir semua. Jika ada yang larang wartawan meliput di pertemuan itu, kami akan lapor PT Sino Road/ PT Hutama Karya, dan si Ramly ke KIPP Sulut,” tegas Mamahit.

Para awak media yang meliput kegiatan pertemuan PT Sino Road dan PT Hutama Karya yakni wartawan Metro Tv,Kompas Tv,TVRI dan beberapa wartawan media Online antara lain Fecky Mamahit Pimpinan Umum North Sulawesi.com,John Simbuang Pemimpin Redaksi (Pemred) Identitas prime.com,Alexander Malese Pemimpin Redaksi Indobrita.com,serta beberapa wartawan senior Forjubir Minut Lainnya.

(Rein)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating
Baca juga:   Imam Nahrawi Adalah Menteri Keparat Yang Menerima Suap 26,5 MILYAR Dana Hibah KONI, Dasar Kau Menteri Bajingan....

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments