Astaga !! Diperiksa Kejati, Apa Peran Kombes Pol. Rio Permana Pada Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang ?

Inewscrime.com – Minahasa Utara – Kasus dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak likupang kabupaten Minahasa Utara akhirnya terjawab sudah.

Beberpaa waktu lalu GTI Sulut melakukan aksi damai di halaman kantor kejaksaan tinggi sulut meminta dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak di likupang itu di tin dak lanjut oleh penyidik korupsi kejari sulut.

Aksi damai GTI itu terjawab sudah sebab hari ini penyidik korupsi kejati sulut telah menetapkan dua Tersangka yakni SHS dan RT.

SHS peranya sebagai pejabat pembuat komitmen dan RT mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, yang saat proyek berbandrol Rp 15 miliar ini mulai dikerjakan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran

Ada hal menarik pada proses penyidikan kasus dugaan korupsi pemecah ombak likuoang minahasa utara ini, dimana mantan kapolresta manado Kombes Pol Rio Permana ikut di periksa penyidik korupsi kejaksaan tinggi sulut. ” ia namanya ( kombes rio permana ) sempat terseret dalam pusaran kasus korupsi ini, Penyidik Kejati Sulut, Lukman Efendy, SH menegaskan kombes Rio permana sudah dilakukan pemeriksaan. ” yang bersangkutan sudah kami ambilkan keterangan ( periksa) tukas Lukman Efendi SH.

Baca juga:   Tol Manado Bitung Ambrol, 3 Pekerja Tertimbun

Untuk saat ini kami sudah menetapkan dua tersangka yakni PPK dan KPAnya.

Awal Kasus ini bergulir saat LSM MJKS (Masyarakat Jaring Koruptor Sulut) pada September 2016 melaporkan terjadi dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak yang dibangun di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Dimana seharusnya, sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2015, proyek senilai Rp 15 miliar ini melalui proses lelang, namun BPBD Kabupaten Minahasa Utara justru hanya melakukan penunjukan langsung.

Proyek dengan anggaran senilai Rp. 15 Milyar seperti ini tiba tiba langsung di lakukan penunjukan kepada salah satu kontraktor tanpa melalui mekanisme sebagaimana amanat undang undang tentu menimbulkan pertanyaan besar. Siapa otak di balik semua ini dan mengapa ada nama kombes Rio Permana yang sempat terseret dalam pusaran kasus korupsi proyek pemecah ombak di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara itu ?

GTI berharap pihak kejati sulut dapat mengembangkan penyidikan kasus korupsi ini hingga ke otak dan mereka mereka yang terkait sehingga mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka itu di depan hukum.

Baca juga:   Sekertaris DPMK Provinsi Papua Barat dan Pendamping Desa Kabupaten Minut,Survei Lokasi Pra Rakornis

Ingat bahwa ini adalah kasus korupsi, rakyat miskin karena ulah para koruptor negara ini hancur juga karena ulah para koruptor semoga koruptor dapat di hukum setimpal dengam perbuatanya dan jika perlu miskinkan koruptor koruptor itu. Hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu.

Setelah ditetapkan Tersangka, kedua tersangka SHS & RT langsung digelandang ke rumah tahanan Negara kelas IIA Manado di Malendeng.

Beredar kabar bahwa perencanaan proyek pemecah ombak ini sudah tersusun secara sistematis untuk menguntungkan oknum tertentu.

Buktinya seorang ASN Yang bertugas sebagai PHO pada proyek tersebut mendadak di ganti karena tidak mau menandatangani berita acaranya. ” dia tidak mau tanda tangan karena sudah mengetahui ada yang menyimpang pada proyek pemecah ombak itu. ” tukas sumber

Sementara itu sesuai informasi yang kami gali dari berbagai sumber di kejaksaan tinggi sulut, dan institusi lainya seperti polda sulut dan propam mabes polri kami mendapatkan sedikit informasi bahwa kemungkinan besar akan ada tersangka baru pada kasus korupsi pemecah ombak likupang yang merugikan negara sebesar Rp.8.000.000.000.000 ( delapan milyar rupiah itu )

Baca juga:   Wafid Buka-bukaan Soal Proyek Tender Hambalang

Menariknya dari informasi itu oknum VP dan RP kemungkinan besar berpotensi jadi tersangka sebab semua saksi dalam pemeriksaan penyidik menyatakan bahwa uang sebesar 8 milyar di antar ke salah satu rumah di wilayah kleak dan di serahkan ke kedua orang tersebut yakni VP dan RP.

Atas pengungkapan kasus korupsi pemecah ombak likupang timur kabupaten minahasa utara tonaas wangko LMI Hanny Pantow memberikan apresiasi kepada kejati sulut yang berani membongkar skandal korupsi terselubung itu. (Reindfard)

Bagikan berita ini!

vote
Article Rating

Bank Sulutgo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments